Berita Belitung

Kajati Babel Sebut Pengadaan Barang dan Jasa Paling Rawan Korupsi

Jadi korupsi itu ada yang merugikan keuangan negara, suap menyuap, pemerasan dalam jabatan, benturan kepentingan dan tindakan lainnya

(posbelitung.co/dede s)
Kajati Babel Ranu Rahardja didampingi Bupati Belitung Sahani Saleh usai acara sosialisasi tentang pencegahan korupsi, Selasa (3/3/2020). 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Sekitar tiga jam Kajati Babel Ranu Rahardja memberikan paparan terkait korupsi kepada jajaran Apartur Sipil Negara (ASN) lingkung Pemkab Belitung, instansi vertikal, BUMN, BUMD hingga pemerintah desa di ruang sidang Setda Kabupaten Belitung, Selasa (3/3/2020).

Dalam kesempatan itu, Ranu memberikan paparan tentang definisi, jenis hingga ancaman dari tindak pidana korupsi.

Acara yang juga dihadiri Bupati Belitung Sahani Saleh itu memang tertutup dan awak media diberikan kesempatan wawancara setelah acara selesai.

"Kenapa harus disampaikan tentang korupsi? Karena untuk melakukan pencegahan korupsi itu harus diketahui dulu korupsi itu apa," kata Ranu.

"Jadi korupsi itu ada yang merugikan keuangan negara, suap menyuap, pemerasan dalam jabatan, benturan kepentingan dan tindakan lainnya," ujar Ranu kepada awak media.

Ia berharap pasca mengikuti kegiatan tersebut, minimal mampu meminimalisir tindakan korupsi.

Karena dirinya tak memungkiri agak sulit untuk terbebas dari perbuatan tersebut.

Menurutnya pada kegiatan pengadaan barang dan jasa paling berpotensi terjadinya sebuah tindak pidana korupsi.

Meskipun sebenarnya, ia belum menyampaikan secara rinci materi tersebut.

"Secara umum dulu, karena dari situ nanti banyak lagi penyimpangan dalam pengelolaan APBD, ada pengelolaan Dana Desa, ini baru korupsinya," kata Ranu.

"Jadi ada 42 jenis tindak pidana korupsi, panjang perjalanannya tidak cukup sehari," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Belitung Sahani Saleh menambahkan acara tersebut sejalan dengan upaya pemda yang ingin mewujudkan reformasi birokrasi demi mencapai good goverment.

Menurutnya berbicara pencegahan tindak pidana korupsi kembali pada mindset individu itu sendiri.

"Jadi istilah orang Belitung kalau individu ini rajin maling atau ilmu akal berakal, bebulak maling itu sudah susah," ujarnya. (posbelitung.co/dede s)

Editor: Hendra
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved