Berita Pangkalpinang

Bakik-Belinyu Dulu Ingin Dibangun Jembatan Kini Pelabuhan, Dewan Babel Sebut Perencanaan Tak Matang

Pemerintah Provinsi Bangka Belitung akan melakukan pembangunan dermaga atau pelabuhan penghubung antara Bakik Kabupaten Bangka Barat dan Belinyu

Dokumen Bangka Pos
Wakil Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi ketika ditemui Bangkapos.com, beberapa waktu lalu 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Rencana Pemerintah Provinsi Bangka Belitung yang akan melakukan pembangunan dermaga atau pelabuhan penghubung antara Bakik Kabupaten Bangka Barat dan Belinyu Kabupaten Bangka, mendapat kritikan dari anggota DPRD Provinsi Babel.

Mereka menilai, perencanaan pembangunan yang awalnya jembatan dan saat ini berubah menjadi pelabuhan penghubung terkesan kurang matang dan kurang baik dalam perencanaanya.

Seperti yang dikatakan Wakil Ketua DPRD Babel Amri Cahyadi, ia melihat adanya perencanaan yang kurang matang dan terkesan kurang baik dalam upaya pembangunan di dua wilayah ini.

"Saya melihat memang perencanaan pembangunan kita sepertinya kurang matang dan terkesan kurang baik. Kalau tidak salah rencana pembangunan jembatan dulunya sudah melalui tahapan feasibility study (study kelayakan) dan sudah ada DED nya. Namun, kemungkinan besar gagalnya pembangunan ini disebabkan kebutuhan biaya yang tinggi dan belum adanya kesungguhan pusat untuk membiayai. Ya defisit anggaran APBN pastinya menjadi alasan,"ungkap Amri Politisi PPP ini kepada wartawan, Rabu (4/3/2020).

Amri juga menegaskan, jangan hanya sekedar wacana kemudian kegiatan pembuatan kajian atau studi kelayakan dan sekedar membuat DED saja.

"Tetapi yang paling kongkrit adalah realisasi dari sebuah perencanaan, menurut saya ada baiknya kita mulai dengan yang sederhana sesuai kemampuan tetapi terealisasikan dibandingkan terus hanya dijadi wacana yang akhirnya karena soal financial tidak pernah terealisasikan. Ini pun harus sesuai dengan RPJMN dan RPJM Daerah serta dokumen perencanaan pembangunan lainnya,"inginya.

Menurut Amri, pembangunan dermaga atau pelabuhan penyeberangan menjadi salah satu alternatif solusi dari keinginan Pemerintah untuk mempercepat konektifitas pergerakan orang dan barang yang bermuara pada pengembangan wilayah dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Efektif atau tidak pastinya ini perlu kajian detail. Saya belum tahu sejauhmana FS ataupun DED untuk Pelabuhan dan Dermaga ini. Apakah sudah ada atau belum dan juga pastinya disesuaikan dengan kemampuan anggaran baik pusat maupun Daerah,"tegasnya

Dari segi manfaat pastinya, kata Amri akan sangat membantu dalam hal pengangkutan, pergerakan orang dan barang yang berimbas pada pengembangan wilayah dan pertumbuhan ekonomi.

"Karena dengan dermaga atau pelabuhan yang layak maka dapat disiapkan sarana pengangkutan kapal yang memadai. Kita pastinya sangat mendukung upaya pembangunan oleh Pemerintah kita. Memang harus ada keseimbangan pembangunan. Tidak hanya dikota saja. Namun kita harus berimbang dengan membuka akses pembangunan ke semua wilayah,"harapnya.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved