Berita Pangkalpinang

Bakit dan Belinyu Akan Terhubung Dengan Pembangunan Pelabuhan Penyeberangan

Dinas Perhubungan Provinsi Bangka Belitung mendorong untuk terbangunya Pelabuhan Penyeberangan di Bakit/Tanjung Ru Kabupaten Bangka Barat ke Belinyu

Bangkapos.com/Riki Pratama
Pembahasan pembangunan pelabuhan penghubung Bakit Bangka Barat dan Belinyu, foto diambil, Rabu (4/3/2020). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Perhubungan Provinsi Bangka Belitung mendorong untuk terbangunya Pelabuhan Penyeberangan di Bakit/Tanjung Ru Kabupaten Bangka Barat ke Belinyu Kabupaten Bangka

Kasi ASDP Dinas Perhubungan Provinsi Bangka Belitung, Fermini, menjelaskan, saat ini mereka dengan Pemerintah di Kabupaten Bangka dan Bangka Barat sedang mengupayakan penyelesaikan persoalan tanah, yang benar-benar harus clean and clear.

"Pelabuhan penyebarangan harus clean n clear, karena masalah tanah saat ini, harus dilakukan dan ada ganti rugi. Kemudian alterntif kedua apakah nanti di tanah milik PT Timah di Mantung, nanti ada timnya terdiri dari Kades, Camat yang ada di Kabupaten dan Provinsi menginvetalisir masalah tanah untuk diselesaikan,"jelas Fermini kepada bangkapos.com, Rabu (4/3/2020) di tempat kerjanya.

Ia menjelaskan persoalan ini harus secepatnya diselesaikan sebelum mereka melakukan pembangunan lainnya.

"Masalah lahan ini telah menemui warga sekitarnya, jadi kita ingin clean and clear masalah lahan, mengerjakan itu sesuai studi kelayakan, selanjutnya penetapan lokasi, SID, DED, Amdalnya juga, surat tanah, baru Kementrian mau bangun,"tukasnya.

Ia menargetkan untuk pembebasan lahan akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten, yang target selesainya, pada akhir Maret, baik untuk lahan di Bakit Bangka Barat dan Belinyu Kabupaten Bangka.

"Dengan terbangunya dermaga atau pelabuhan penghubung nanti, sebagai konektifitas selama ini menggunakan perahu tradisonal. Kalau orang Bakit mereka mendukung karena mereka misalkan ingin ke pasar ke sekolah, kalau sakit kadang mereka ke Belinyu. Dengan dibangun pelabuhan ada manfaatnya, antar kedua daerah tersebut, dalam menyalurkan berbagai hal seperti sembako, yang tidak perlu memutar, namun hanya menggunakan kapal roro,"ungkapnya

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved