Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Kisah Hakim Syarif Tangani Perkara Cerai, Pura-Pura ke Toilet, Baliknya Nangis Ngajak Damai

Secara psikologisnya masing-masing memiliki ego dan sedang emosional. Nah, kadang yang sulit untuk di damaikan melalui proses mediasi

Penulis:
Editor: Hendra
(Bangkapos.com/ Suhardi Wiranata)
Muhamad Syarif, S.Hi, M.A, Hakim di Pengadilan Agama Pangkalpinang, 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Putusan perceraian tak selalu menjadi putusan akhir hakim di Pengadilan Agama.

Tak sedikit, yang awalnya ingin bercerai akhirnya berujung damai.

Berbagai perkara perceraian ditangani di Pengadilan Agama. Seperti yang ada di Pengadilan Agama Pangkalpinang.

Hakim Pengadilan Agama Kota Pangkalpinang, Muhamad Syarif, S.Hi, M.A, mengatakan di pengadilan agama tidak hanya menyelesaikan perkara perceraian.

Tapi menangani juga perkara sengketar perceraian, kebendaan (warisan, harta bersama) atau harta gono gini, ekonomi syariah, sengketa bank syariah dengan nasabahnya.

Hakim yang pernah bertugas di Pengadilan Agama Sumatera Utara ini menuturkan dibandingkan dengan perkara lainnya, mediasi perkara perceraian lebih banyak ditemukan.

Meskipun dalam praktiknya, proses mediasi terdapat kesulitan dan hambatan. Tetapi selaku hakim, langkah ini harus mereka lakukan.

Sesuai Peraturan Mahkamah Agung (Perma) No. 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi sebagai pengganti Perma No. 1 Tahun 2008 memungkinkan hakim di pengadilan negeri atau pengadilan agama menjadi mediator bagi para pihak yang bersengketa.

"Jika memang kedua belah pihak hadir, sesuai dengan peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016, wajib melakukan mediasi," ujar Syarif kepada bangkapos.com, ditemui di Pengadilan Agama Pangkalpinang, Rabu (04/03/20).

Proses mediasi memang tak mudah. Tenggat waktunya paling lama 40 hari kerja.

Halaman
12
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved