Advertorial

Bina Pamong di Desa Berang, Bupati Markus Sebut Pendidikan dan Kesehatan Warga Jadi Prioritas

Bupati Bangka Barat Markus menegaskan pihaknya akan menjadikan pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas dalam pembangunan ke depan

Bina Pamong di Desa Berang, Bupati Markus Sebut Pendidikan dan Kesehatan Warga Jadi Prioritas - diskominfobabar1.jpg
ist
Diskominfo Babar
Bina Pamong di Desa Berang, Bupati Markus Sebut Pendidikan dan Kesehatan Warga Jadi Prioritas - diskominfobabar2.jpg
ist
Diskominfo Babar
Bina Pamong di Desa Berang, Bupati Markus Sebut Pendidikan dan Kesehatan Warga Jadi Prioritas - diskominfobabar3.jpg
ist
Diskominfo Babar
Bina Pamong di Desa Berang, Bupati Markus Sebut Pendidikan dan Kesehatan Warga Jadi Prioritas - diskominfobabar4.jpg
ist
Diskominfo Babar

BANGKAPOS.COM- Bupati Bangka Barat Markus menegaskan pihaknya akan menjadikan pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas dalam pembangunan ke depan.

Menurutnya, pemerintah kabupaten Bangka Barat yang dipimpinnya harus hadir dalam pelayanan kesehatan termasuk pendidikan.

“Selama hampir satu tahun menjadi Bupati definitif, tentu banyak hal yang sudah kita kerjakan dan kita raih baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lainnya. Dua program yang jadi prioritas saya yakni membangun kesehatan dan pendidikan. Kesehatan merupakan kewajiban pemerintah. Dimana pemerintah harus hadir dalam pelayanan kesehatan. Jika masyarakatnya sehat, kita akan lebih mampu berkompetisi dengan daerah-daerah lain," kata politisi PDI Perjuangan itu saat menghadiri rapat bina pamong di desa Berang, Kecamatan Simpang Teritip, Jumat (6/3/2020).

Bupati Markus berpandangan, kemajuan suatu daerah bisa dilihat dari kualitas sumber daya manusia (SDM).

Suatu daerah harus melahirkan SDM berkualitas yang mampu memajukan daerah itu sendiri dan mampu bersaing di berbagai sektor.

Semua itu dapat diwujudkan melalui kesehatan warga dan pendidikan yang merata dan berkualitas.

"Di bidang pendidikan, kita gratiskan SPP untuk sekolah negeri baik SD dan SMP. Bahkan ada bantuan seragam dan tas untuk siswa/siswi yang baru masuk yang pasti meringankan beban warga. Saya juga sudah menaikan honor untuk GTT dan PTT di sekolah dengan rincian yang berijazah SLTA pada tahun 2019 hanya senilai Rp 1 juta menjadi Rp. 1,250 ribu, diploma dari sebelumnya Rp 1,2 juta jadi Rp 1,450 ribu, dan S1 dari sebelumnya Rp. 1,5 juta menjadi Rp. 1,750 ribu. Selain itu kita juga sudah menguliahkan secara gratis 88 mahasiswa angkatan pertama asal Bangka Barat di Akademi Komunitas Presiden (AKP)," jelas Markus.

Sementara di bidang kesehatan, beber Markus, Pemkab Bangka Barat terus berupaya agar semakin banyak masyarakat terintegrasi dengan BPJS Kesehatan.

"Niat baik ini yang menjadi dasar dikeluarkannya Perbup No. 57 tahun 2019 tentang jaminan kesehatan Bangka Barat terpadu (JKBT). Untuk menjamin kesehatan warga terintegrasi BPJS, Pemda telah menganggarkan lebih kurang Rp. 16 miliar. Saya juga sudah bertemu Mensos meminta tambahan kuota BPJS, semoga segera terwujud. Terkait stunting, prosentasenya juga terus bergerak turun berkat  kerjasama kita semua," bebernya.

Markus juga meminta Pj Kades Berang segera mendata warga yang belum memiliki jamban sehat untuk dituntaskan.

"Kita sama-sama komit untuk menjadi desa ODF," akunya.

Selain pendidikan dan kesehatan warga, Bupati muda dan inovatif ini juga terus mendorong tumbuhnya ekonomi di daerah dengan menggandeng investor agar mau berinvestasi di Bangka Barat.

"Di bidang ekonomi, geliat investasi juga sudah kelihatan antara lain dari PT Timah, Apical Group, termasuk rencana pembangunan pelabuhan di Tanjung Ular. Saya tidak mau investasi mangkrak, kita kejar sampai jadi. Ada juga pabrik karet yang terus kita jajaki. Kalau ini terwujud, sudah pasti masyarakat kita akan lebih diuntungkan," pungkasnya. [Humas Bangka Barat]

Penulis: iklan bangkapos
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved