Berita Belitung

Delapan Penambang dan Satu Anggota Satpol PP Babel Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Sijuk

"Untuk pengrusakan ada delapan berkas perkara dengan delapan tersangka. Saya masih P18 dulu karena belum lengkap," ujar Kajari Belitung Ali Nurudin

posbelitung.co / Dede Suhendar
Kajari Belitung Ali Nurudin 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Delapan penambang dan satu anggota Satpol PP Bangka Belitung ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kericuhan penertiban tambang ilegal di Kecamatan Sijuk, beberapa waktu lalu.

Kasus kericuhan penertiban tambang ilegal di Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung terus bergulir.

Delapan orang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka atas Laporan Polisi (LP) terkait pengrusakan kendaraan yang digunakan Satpol PP Provinsi Kepulauan Babel.

Namun, jajaran Kejari Belitung menyatakan berkas penyidikan belum lengkap sehingga diterbitkan P18.

"Untuk pengrusakan ada delapan berkas perkara dengan delapan tersangka. Saya masih P18 dulu karena belum lengkap," ujar Kajari Belitung Ali Nurudin saat ditemui posbelitung.co, Jumat (6/3/2020).

Menurutnya untuk Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) perkara pengrusakan diterbitkan pada tanggal 13 Februari 2020 lalu.

Di mana dalam SPDP tersebut langsung tercantum delapan nama tersangkanya.

Delapan tersangka yang dimaksud adalah warga penambang.

Sementara itu, untuk berkas perkara pembakaran yang dilaporkan masyarakat penambang, satu orang petugas Satpol PP Provinsi Kepulauan Babel ditetapkan sebagai tersangka.

Namun, kata Ali, jajaran penyidik Polres Belitung belum menyerahkan berkas perkara.

"Awalnya SPDP masih umum belum ada nama tersangka pada tanggal 17 Januari. Lalu muncul surat tambahan penetapan tersangka satu orang tanggal 2 Maret," ungkapnya.

Sedangkan untuk perkara penganiayaan yang dilaporkan Satpol PP Provinsi Kepulauan Babel masih dalam pengembangan.

Ia menambahkan tidak menutup kemungkinan tim jaksa yang akan menangani perkara tersebut digabung menjadi satu.

Namun dirinya masih melihat perkembangan dari perkara tersebut.

"Kalau jaksa peneliti nanti waktu sidang bisa digabung," ungkapnya. (posbelitung.co/dede s)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved