Breaking News:

Berita Belitung

Kuasai 18 Bahasa, Pemuda Belitung Timur Komandala Putra Diajak Gabung PBB di New York

Setelah memutuskan untuk merantau ke Ibu kota beberapa tahun lalu, Komandala Putra diajak bergabung di kantor Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB)

Penulis: Suharli | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Istimewa dok Komandala
Komandala Putra pemuda yabg menguasai 18 bahasa asal Belitung Timur. 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Masih ingat Pemuda yang menguasai 18 Bahasa asal Kecamatan Gantung, Belitung Timur? Namanya Komandala Putra

Setelah memutuskan untuk merantau ke Ibu kota beberapa tahun lalu, pemuda ini kabarnya diajak bergabung di kantor Perserikatan Bangsa Bangsa ( PBB) di New York.

Saat dihubungi posbelitung.co pria yang akrab disapa Koman itu mengaku dirinya hanya beruntung bisa diajak bergabung di PBB

"Saya bisa diajak bergabung (bukan melamar) di PBB sebenarnya karena keberuntungan aja," ujar Koman kepada posbelitung, Jumat (6/3/2020)..

Profil Komandala Putra yang Diajak Gabung PBB, Buat Janji Kuasai Belasan Bahasa Sebelum Meninggal

Koman menceritakan awalnya bisa bergabung di PPB karena ada satu di antara pejabat tinggi PBB yang butuh pengganti asisten sebelumnya. Dengan syarat laki-laki dan bisa minimal lima bahasa, tiga di antaranya harus bahasa Inggris, Perancis dan Arab.

"Kebetulan Agustus 2019 lalu guru saya memperkenalkan saya ke pejabat PBB ini. Beliau ini bisa sembilan bahasa dan guru saya bilang punya teman yang bisa 18 bahasa," ujarnya.

"Jadi kami temenan di Facebook dan beliau bergabung di grup "Kuasai Banyak Bahasa Dunia" yang saya asuh," imbuhnya.

Menurut Koman ternyata sejak saat itu pejabat PBB itu sudah mengamati perilaku Koman baik di media sosial, termasuk kebiasaannya yang sering berbagi ilmu bahasa.

Diketahui sebelumnya sejak 2017 lalu Koman sering mengadakan pelatihan gratis di kampung halamannya di Belitung, hal itu karena ia ingin mengembangkan potensi yang ada di Belitung.

"Ternyata, beliau merekrut saya karena merasa saya potensi yang perlu dikembangkan," ujannya.

Koman merasa yakin bahwa semua kebaikan dan keburukan yang dilakukan diumpakannya menjadi tabungan energi.

"Ketika saatnya tiba, tabungan energi tersebut akan "cair" dalam berbagai bentuk keberuntungan dan kemudahan hidup," ujarnya.

Dia mengatakan awal Januari lalu kemarin gurunya pernah berpesan kepadanya.

"Bila kamu terus aja memberi. Nanti kalau kapasitasmu sudah besar, kamu bisa diundang ke PBB," tiru Koman.

Halaman
12
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved