Berita Pangkalpinang

Siswa Salah Sebut Nama Bupati, Sekda Bangka Belitung Sebut Kurang Makan Rusip dan Terasi

Beberapa siswa tingkat SMA di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung tidak tahu ketika diminta menyebutkan siapa nama Bupatinya.

Bangkapos.com/Riki Pratama
Sekda Pemprov Babel, Naziarto. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Beberapa waktu lalu dunia maya sempat dihebohkan dengan ucapan beberapa siswa tingkat SMA di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung yang tidak tahu ketika diminta menyebutkan siapa nama Bupatinya.

Parahnya lagi guru yang meminta menyebutkan siapa nama Bupati tersebut juga salah memberikan jawaban kepada anak didiknya.

Lalu akhir dari kasus tersebut, guru yang telah menyebarkan video meminta maaf kepada Bupati atas ucapan serta membuat video permohonan maafnya.

Dari kejadian tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bangka Belitung Naziarto ikut berkomentar, dengan guyonanya ia mengatakan bahwa itu terjadi karena kurangnya makan terasi dan rusip.

"Rajin makan terasi dan rusip, itu benar karena anak sekarang ini mudah serba instan sehingga tergerus dengan budaya dan etika. Mereka tidak peka, zaman kita dahulu sampai kepala daerah tingkat Menteri kita hafal,"ungkap Naziarto kepada wartawan, Jumat (6/3/2020).

Selain itu ia mengatakan dulunya ada mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP), sehingga ada nama-nama pengenalan tokoh-tokoh penting.

"Sekarang coba tanyak ke mereka, guru tidak salah juga karena tidak ada mata pelajaran PMP. Dulunya ada untuk pengenalan terhadap nama-nama Menteri sekarang ini kayak itu tadi,"lanjutnya.

Selain itu Naziarto mengatakan saat dulunya Pemerintah tidak sering mengganti-ganti menteri, berbeda dengan saat ini.

"Kedua karena sering pergantian Menteri, dulu sampai dua periode tidak diganti sekarang belum sampai satu periode berapa kali reshuffle. Lalu dulu kita kepala daerah satu Kabupaten Bangka, Belitung, satu Kota Madya Pangkalpinang, sekarang ada tujuh, delapan sama Gubernur, sehingga tidak peduli,"ujarnya.

Lebih jauh ia menerangkan dengan kemajuan teknologi sekarang digunakan untuk kepentingan sejenak, melihat banyak hal, seperti konten menarik, sehingga tidak peduli lagi, kurangnya kepekaan sosial anak-anak sekarang terhadap vigur dilingkungan mereka.

"Himbauan ke sekolah untuk pengenalan nama nama pejabat negara dan Presiden, Menteri, Gubernur dan Kepala daerah diselingkan dengan waktu tertentu. Mereka harus bangga coba mau sedikit letih berusaha, coba ketiklah nama Presiden siapa, nama Menteri, Gubernur, Bupati, Wali Kota ketik tempel dengan ukuran, panjang 1 meter dan lebar 1,5 meter, kita bikin lebar dibingkai letakkan di ruangan,"mintanya

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved