Lebih Seru, Ibnu Saleh Bakal Ditantang Didit Srigujaya di Pilkada Bateng 2020
Dari empat kabupaten itu, Bangka Tengah yang mendapat sorotan karena munculnya nama Didit Srigusjaya sebagai penantang incumbent Ibnu Saleh
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pilkada empat kabupaten di Bangka Belitung akan digelar bersamaan pada 23 September 2020 mendatang.
Sejumlah calon kepala daerah di Kabupaten Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, dan Belitung Timur sudah bersiap-siap mengikuti hajatan lima tahunan ini.
Dari empat kabupaten itu, Bangka Tengah yang mendapat sorotan karena munculnya nama Didit Srigusjaya sebagai penantang incumbent (petahana) Ibnu Saleh.
Menurut Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UBB Ibrahim, pilkada di Bateng sangat menarik karena dua tokoh ini akan berusaha tampil heroik.
Didit Srigusjaya siap melepas jabatannya sebagai Ketua DPRD Babel.
Sementara Yulianto Satin yang kini Wakil Bupati Bangka Tengah, masih malu-malu menentukan sikap.
Dia mengaku tetap setia mendampingi Ibnu Saleh sampai masa tugas berakhir nantinya.
"Sampai detik ini saya masih konsentrasi dan tetap setia mendampingi bupati dalam menjalankan roda pemerintahan di Bangka Tengah. Dan saya belum mau terjebak dalam hiruk pikuk menjelang Pilkada Bateng," ungkap Yulianto, politisi Partai Demokrat.
Untuk PDI Perjuangan, momentum Pilkada Bateng menjadi ajang pembuktian bahwa suara Didit Srigusjaya pada Pileg 2019 lalu ikut memberikan peran penting.
"Sebenarnya Ketua DPD PDIP itu levelnya di provinsi. Tapi karena kondisi Bateng tidak dalam kondisi baik-baik saja, sehingga Pak Didit bersedia melepaskan jabatannya sebagai Ketua DPRD Babel," kata Ketua Bappilu (Badan Pemenangan Pemilu) DPC PDIP Bateng Andre, Selasa (3/3).
Andre menilai calon petahana dapat mereka kalahkan dengan strategi yang telah dibangun tim pemenangan.
"Itu poin pentingnya, kita sesubjektif mungkin melihat petahana. Untuk kader tentu saja kami sangat optimis dapat mengalahkan Ibnu Saleh dari beberapa indikator," ujar Andre.
Menurutnya, PDI Perjuangan melalui Didit Srigusjaya memiliki kelebihan baik figur, keluarga, dan kekuatan partai politik.
Di tempat terpisah, Ibnu Saleh tak mau jabatan sebagai Bupati Bangka Tengah lepas begitu saja.
Meski menurut Ketua Bappilu DPC Nasdem Bateng Mulyadi, Ibnu Saleh fokus menjalankan tugas sebagai Bupati Bateng.
Besar kemungkinan Ibnu Saleh yang merupakan Ketua DPD Partai Nasdem Bateng dicalonkan lagi sebagai Bupati Bateng periode 2020-2025.
"Caranya adalah mengabdi pada masyarakat. Pilkada juga masih jauh dan Pak Ibnu ingin menyelesaikan tugasnya sebagai seorang bupati," ujar Mulyadi.
Hanya saja, untuk jasa konsultan politik, Mulyadi belum dapat memastikannya.
Ibnu menurut Mulyadi tidak menjadikan penantang dirinya sebagai pesaing di pilkada nanti.
Baginya, semua calon kepala daerah ingin membangun dan mensejahterakan Bateng.
"Kinerja Pak Ibnu sudah ditunjukkan, tinggal bagaimana masyarakat menilai. Tidak ada persaingan, intinya siapapun yang ingin membangun Bateng ya silakan. Kami lebih mengutamakan persaudaraan, jadi kita buktikan dengan kedamaian dan kesejukan," ungkapnya.
PPP Pilih Berkoalisi
Sementara, Ketua DPC PPP Bateng Subandri mengatakan partai berlambang kakbah ini akan berkoalisi dengan satu di antara kandidat.
"Namun sampai dengan saat ini kita belum tahu mau berkoalisi ke siapa, saat ini masih dalam tahap lobi-lobi dan komunikasi politik," ujar Subandri, Rabu (4/3).
Meski menurutnya PPP memiliki kader untuk maju menantang Didit dan Ibnu, namun mereka lebih yakin untuk berkoalisi.
"Kami ada Muhammad Yunus dan Azwari Helmi. Namun untuk menciptakan pilkada yang aman dan damai, PPP lebih memilih untuk berkoalisi," ujarnya.
Sedangkan Ketua DPC Gerindra Bateng Pahlivi Syahrun pihaknya belum memutuskan untuk berkoalisi atau tidak dengan salah satu calon.
Gerindra membuka pendaftaran sekaligus melakukan survei untuk melihat elektabilitas calon kepala daerah.
"Survei dilakukan lebih dari satu kali sehingga dapat menjadi patokan Gerindra mengambil keputusan. Gerindra akan lebih bisa melihat dengan jelas skenario apa yang akan diambi," terangnya.
Ia juga menjelaskan jika setiap parpol ingin berada di barisan pemenang.
"Apakah nantinya akan menantang incumbent atau mencari koalisi dengan partai lain, atau bergabung dengan incumbent, ini belum ada keputusan dari kami," jelasnya.
Komunikasi Partai
Ketua Komisi Pemenangan Pemilu Daerah (KPPD) DPD Partai Demokrat Babel Yulianto Satin mengatakan terus melakukan komunikasi terhadap pengurus partai lain.
Wakil Bupati Bangka Tengah ini menambahkan, pihaknya belum menentukan sikap.
Sejauh ini baru berkomunikasi dengan pengurus Partai Golkar, PPP dan PAN.
"Saat ini komunikasi kami dengan partai-partai lain yang belum menentukan sikap terus berjalan, seperti Golkar, PPP dan PAN. Partai ini pun sudah pasti ingin menjadi pemenang dalam Pilkada Bangka Tengah nantinya," kata Yulianto Satin.
Yulianto menjelaskan komunikasi politik dengan para kandidat telah dilakukan secara serius.
"Tidak perlu saling menyerang apalagi saling menjatuhkan satu sama lain. Mari kita memberikan contoh dan teladan kepada masyarakat bagaimana berdemokrasi yang baik. Santun dan cerdas, bagi kami Partai Demokrat siapapun nanti pemimpin Bateng kedepan sudah pasti itu yang terbaik untuk Bangka Tengah," ungkapnya.
Sementara untuk daerah lainya, seperti Bangka Selatan, Bangka Barat dan Belitung Timur, pihaknya sedang menjajaki koalisi dengan beberapa partai.
"Kami juga menyiapkan kader potensial untuk didorong maju sebagai bupati atau wakil bupati. Kami juga membuka kesempatan bagi yang bukan kader untuk bergabung dan siap membangun daerahnya. Demokrat merupakan partai yang terbuka bagi semua kalangan dan kami siap untuk berkoalisi dengan partai manapun," tuturnya.
Selain itu, Yulianto juga menegaskan dirinya masih konsentrasi dam setia mendampingi Bupati Bangka Tengah menjalankan roda pemerintahan.
"Karena ini tanggung jawab moral saya kepada masyarakat Bangka Tengah. Saya dan Partai Demokrat nantinya sudah tentu tidak munafik. Kami tetap ingin menjadi bagian dari penentu kemenangan bagi salah satu kandidat nantinya," kata Yulianto.(R1/T2)
Pilkada 4 Kabupaten Dinamis
Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Pahlawan 12 Sungailiat, Bambang Ari Satria mengatakan dinamika pilkada empat kabupaten di Babel semakin dinamis ketika ada petahana habis-habisan mempertahankan kursi kekuasaan dan ada pula penantang yang siap memperebutkan kursi petahana.
"Dari empat kabupaten, yang paling mencolok untuk menantang petahana ada di Bangka Tengah, yakni hadirnya Didit Srigusjaya. Kami kira, perebutan kekuasaan di Bangka Tengah mendapat perhatian lebih dari khalayak. Setelah itu, Bangka Barat. Penantang petahana akan sepadan jika Nasdem memunculkan H Sukirman," ungkap Bambang, Kamis (5/3).
Lebih lanjut, ia membicarakan terkait politik identitas, masih menjadi persoalan dalam demokrasi termasuk di Bangka Belitung.
Pendekatan mayoritas dan pendekatan minoritas sebaiknya tak lagi dijadikan alat ukur dalam kontestasi pilkada.
Indikator untuk memilih calon kepala daerah adalah seberapa kompeten calon yang akan dipilih.
"Kalau petahana, bagaimana implementasi kebijakan yang pro rakyat selama memimpin. Bila penantang, apakah visi misi menukik untuk kepentingan publik. Ini yang idealnya menjadi tolak ukur. Berpeganglah pada Pancasila dan buang jauh-jauh politik identitas," jelasnya.
Selanjutnya, mengenai partai politik (parpol), ada beberapa yang dominan dan dinyatakan siap untuk menyambut pilkada 2020.
"Satu di antaranya PDIP. Partai tersebut kami lihat lebih siap secara infrastruktur politik. Kadernya sangat militan hingga level ranting. Selain itu, basis penentu kandidat untuk dicalonkan adalah survei. Kebutuhan publik terkait siapa sosok yang didambakan alat ukurnya jelas di PDIP," sebut Bambang.
Persiapan Baru 30 Persen
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangka Belitung menyatakan persiapan pelaksanaan Pilkada serentak 2020 di Babel sudah mencapai 30 persen.
Komisioner Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Babel Guid Cardi mengatakan, persiapan empat kabupaten saat ini terus dilaksanakan.
"Seperti rekrutmen Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) telah dirampungkan dan sedang dilaksanakan orientasi tugas PPK. Ssaat ini sedang dalam proses pembentukan Petugas Pemungutan Suara (PPS). Hibah anggaran pemilihan telah disiapkan oleh pemda setempat. Sosialiasasi terkait tahapan sedang dilakukan oleh KPU kabupaten tersebut bersama stakeholder setempat," jelas Guid Cardi.
Dia mengatakan, tahapan yang sedang dilaksanakan oleh empat kabupaten tersebut sampai dengan bulan Maret ini sudah sampai penyerahan dan verifikasi dukungan calon perseorangan.
"Saat ini ada dua kabupaten yang melaksakan tahapan tesebut, yakni KPU Basel dan KPU Babar. Namun hanya di KPU Basel pasangan calon perseorangan yang diterima penyerahan jumlah dukungannya dan dilanjutkan ketahapan verifikasi. Sedangkan di KPU Babar jumlah dukungan calon perseorangannya tidak memenuhi syarat," paparnya.
Di empat kabupaten tersebut, saat ini juga sedang melakukan pencermatan data pemilih dan DP4 yang diserahkan pemerintah melalui KPU, pemetaan dan lokasi TPS.
Dia juga mengatakan, pihaknya terus melakukan uapaya seperti sosialisasi agar partisipasi pemilih tinggi, apalagi untuk para pemilih pemula.
"Adapun upaya terkait sosialisasi dalam rangka partisipasi pemilih, khususnya pemilih pemula dan daerah terpencil. KPU kabupaten dan KPU provinsi tetap melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih, tentunya sesuai dengan ketersediaan anggaran juga. Bekerja sama dengan pihak-pihak terkait dan pemerintah daerah, kampus dan kelompok-kelompok masyarakat yang konsen dengan pemilu dan pilkada, menyesuaikan dengan tahapan pemilihan yang sedang berlangsung," paparnya. (bangkapos.com/R1/T2/S2)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/ibrahim-19220201.jpg)