Breaking News:

Kriminalitas

Tika Bisono Sarankan Polisi Gunakan Psikolog untuk Tangani Kasus Siswi SMP Bunuh Bocah Secara Sadis

Menanggapi hal itu, Psikolog Tika Bisono menyebut sebaiknya polisi melibatkan psikolog, bukan psikiater.

Editor: nurhayati
Tribunjakarta.com/Dionsius Arya Bima Suci/Facebook
13 Lembar Coret-coretan Siswi SMP yang Bunuh Anak 6 Tahun, Dipenuhi Gambar Wanita Bersedih 

"Dia senang menonton film horor itu memang hobinya itu," ungkap Yusri.

MISTERI Jasad Siswi SMP di Gorong-gorong Sekolah Terungkap, Pelaku Orang Dekat Emosi Gegara Ini

Keterangan tersebut didapat pihak kepolisian saat melakukan pemeriksaan terhadap NH.

Polisi melakukan pemeriksaan terhadap NH secara mendalam dan hati-hati setelah menyerahkan diri.

Sikap kooperatif NH juga membuat polisi menemukan fakta-fakta baru.

Kepada polisi, NH juga memiliki hasrat untuk membunuh orang lain.

"Memang tersangka ini punya hasrat untuk membunuh orang, tapi saat hari ini dia sudah tidak bisa menahan lagi," kata Yusri.

Kronologi Pembunuhan

Mulanya, saat kejadian, APA tengah berkunjung ke rumah NF. Kemudian APA dibunuh dengan cara ditenggelamkan ke dalam bak mandi.

Tak berhenti di situ, NF juga mencekik leher korban yang masih balita itu.

Setelah korban lemas, APA kemudian diikat dan dimasukkan ke dalam lemari.

Sebelumnya, NF berniat untuk membuang jenazah korban.

Modus dan Pengakuan Ayah Kandung Membunuh Delis Siswi SMP yang Ditemukan Tewas di Gorong-gorong

Namun, APA tersangka mengurungkan niatnya tersebut dan tetap menyimpan jenazah korban dalam lemari.

Keesokan harinya, tersangka beraktivitas seperti biasa.

Tapi, saat perjalanan menuju sekolah, tersangka memilih berganti pakaian dan menyerahkan diri ke Polsek Taman Sari Jakarta, Jumat (6/3/2020).

Selanjutnya, NF dilimpahkan ke Polsek Sawah Besar guna penyelidikan dan penahanan.

(Tribunnews.com/ Ifa Nabila/ Nanda Lusiana Saputri) (Kompas.com/Bonfilio Mahendra)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kasus Remaja Bunuh Bocah dengan Sadis, Psikolog Tika Bisono: Polisi Tolong Jangan Pakai Psikiater

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved