Berita Belitung

Warganya Terjaring Satpol PP di Kontrakan, Ini Penjelasan Kadus Pilang II

Fadli menyebutkan dari enam orang yang terjaring tersebut, hanya satu yang melapor dan terdata di RT Dusun Pilang Desa Dukong.

Posbelitung.co/Ferdi Aditiawan.
Ketiga pasangan bukan suami istri yang terjaring razia saat berada di kantor Satpol PP, Minggu (8/3/2020) malam 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Tiga pasangan bukan suami istri terjaring razia Satpol PP saat berada di sebuah rumah kontrakan yang terletak di Jalan Pilang Kuburan China Desa Dukong Kecamatan Tanjungpandan Kabupaten Belitung, Minggu (8/3/2020) malam.

Ketiga pasangan tersebut yakni Ade Karim (41) dan Nurhayati (39), Rizal Heriyanto (22) dengan Irma Yanti (25), serta Ujang Nurdin (35) bersama Yulianti (21) yang semua merupakan warga dari luar Pulau Belitung.

Menurut Kepala Dusun (Kadus) Pilang II Desa Dukong Fadli menyebutkan dari enam orang yang terjaring tersebut, hanya satu yang melapor dan terdata di RT Dusun Pilang Desa Dukong.

"Ya hanya satu yakni Nurhayati selaku yang ngontrak tempat tersebut, ia sudah memiliki suami dan telah tinggal di tempat itu (kontrakan-red) kurang lebih belasan tahun," kata Fadli kepada posbelitung.co, Minggu (8/3/2020) malam di Kantor Satpol PP.

"Untuk yang lainnya tidak ada, karena sepengatahuan hanya bertamu," sambungnya.

Ia mengaku pihaknya memang kurang memantau keadaan dari warga lingkungan sekitar karena posisi kontrakan cukup jauh dari jalan raya, dan berada di belakang.

"Kontrakan tersebut memiliki empat pintu dan memang sudah lama dibangun, pemiliknya bapak Pe (inisial). Terkait aktivitas yang mengontrak sering berkumpul kurang tau pasti, karena kurang terpantau dan yang mengontrak pun tidak melapor," ujar Fadli.

Lebih lanjut terkait masalah ini pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak desa agar lebih ketat melakukan pengawasan terhadap warga pendatang yang ingin tinggal di lingkungan sekitar Dusun Pilang Desa Dukong.

Serta akan mengimbau kepada pemilik kontrakan agar terlebih dahulu meminta catatan dan status kependudukan serta menganjurkan yang ingin mengontrak agar wajib melapor terlebih dahulu ke pihak desa maupun RT setempat.

"Intinya jangan sampai terulang lagi, sebab ini baru pertama kali terjadi," ungkap Fadli. (Posbelitung/Ferdi)

Editor: Hendra
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved