Berita Belitung

Anjing Liar Resahkan Warga Belitung, Populasinya Capai Ratusan Ekor Dinilai Jadi Ancaman

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung Destika Effenly mengatakan warga sering mengeluhkan anjing liar.

IST
Ilustrasi - Pemusnahan anjing liar di Kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara, Senin (8/5/2017) yang dilaksanakan Dinas Pertanian Kabupaten Bangka. 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung Destika Effenly mengatakan warga sering mengeluhkan anjing liar. Lantaran anjing liar membuat resah dan membahayakan pengendara sepeda motor maupun mobil di Jalan raya.

Aduan tersebut sering diterima oleh organisasi perangkat daerah (OPD) satu ini dengan berbagai latar belakang kasus. Namun semua mengarah kepada membuat warga tak kondusif.

"Termasuk anjing liar memakan ayam warga, mengejar manusia, dan yang parah bisa membuat kecelakaan. Ini yang harus diketahui oleh masyarakat, tapi kalau dikandang atau diikat pekarangan rumah pribadi tak masalah karena tidak menganggu," kata Destika kepada posbelitung.co, selasa (10/3/2020).

Sementara pengendalian terhadap populasi anjing liar ini, pemerintah daerah hanya bisa memberikan himbauan sembari melakukan pengkajian ulang terhadap penangan anjing liar..

"Kebetulan juga untuk obat racun anjing ini lagi kosong sekarang. Obat tersebut tidak boleh diberikan kepada siapa pun, atau dijual kemana - mana, karena dia sifatnya khusus. Jadi kalau ada yang merasa terganggung dengan keberadaan anjing liar, maka silahkan lapor kepada kami," bebernya.

Selanjutnya untuk penangan anjing liar ini dengan cara memberi obat racun tersebut adalah bagian dari petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

"Jadi jangan salah persepsi, meminta obat racun anjing ke kami, tapi laporkan kepada kami. Kami yang memberinya dan peraturannya memang seperti itu, nah kebetulan sekarang obatnya lagi kosong. Kemudian apabila anjing itu ditemukan sudah mati, silahkan laporkan kepada kami lagi untuk penanganan selanjutnya," jelasnya.

Apabila anjing liar ini ditangkap dan dioperasi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian bisa saja dilakukan pemerintah daerah.

Hanya saja sekarang ini Pemerintah belum memiliki kandang untuk tempat penampungan serta butuh biaya untuk memberi makan, maupun penangan kesehatan anjing.

"Karena untuk biaya satu ekor anjing itu cukup mahal, terus dia harus dikandang. Kalau sudah dikandang anjing ini selanjutnya mau di kemanakan? Tentu harus dilepaskan lagi dan kalau lepas lagi anjing ini akan kembali menjadi liar," pungkasnya.

Halaman
12
Penulis: Disa Aryandi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved