Berita Belitung

Dari Januari Hingga Februari, Tercatat 30 Bayi Baru Lahir Didaftarkan Jadi Peserta BPJS Kesehatan

Kepada masyarakat diimbau terkhusus ibu yang baru melahirkan bayi agar mendaftarkan anaknya yang baru lahir tersebut sebagai peserta BPJS

Posbelitung/Ferdi Aditiawan
Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Belitung, Andri Rikopaltera 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kabupaten Belitung terhitung dari Januari hingga Februari 2020 tercata ada 20-30 bayi baru lahir yang didaftarkan langsung ke Kantor BPJS Kesehatan.

Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Belitung, Andri Rikopaltera menjelaskan terkait aturan yang tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018 yang menyatakan bahwa bayi baru lahir dari peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) wajib didaftarkan sebagai peserta BPJS Kesehatan.

"Kalau dihitung per-hari ada dua sampai tiga orang bayi baru lahir yang didaftarkan," kata Andri Rikopaltera kepada posbelitung.co, Selasa (10/3/2020).

Ia menuturkan para bayi yang didaftarkan tersebut tergabung dalam berbagai segmentasi mulai dari kelas mandiri, maupun Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Tergantung kepesertaan orang tua yang terdaftar sebagai bagian dari peserta BPJS kesehatan karena sesuai dengan aturan harus ikut orang tua masing-masing.

"Saat ini terpantau didominasi oleh kelas penerima bantuan iuran, ada sebagian dari mandiri tapi tidak banyak. Alhamdulilah kesadaran masyarakat Belitung cukup baik," ungkap Andri Rikolpaltera.

Lanjutnya, terkait aturan Perpres tersebut pihak BPJS selama ini telah melakukan sosialisasi ke pihak rumah sakit, bidan.

Serta Instansi kesehatan terkait untuk melayani pendaftaran bayi baru lahir sebagai peserta BPJS kesehatan.

"Untuk dirumah sakit sudah disiapkan bagian pelayanan untuk pendaftaran. Karena tidak mungkin bayi yang baru lahir langsung dibawah ke Kantor BPJS," ujar Andri Rikopaltera seraya tertawa.

Lebih lanjut ia mengimbau kepada masyarakat, terkhusus ibu yang baru melahirkan bayi agar mendaftarkan anaknya yang baru lahir tersebut sebagai peserta BPJS.

Karena peraturan tersebut dibuat pemerintah agar masyarakat sadar. Jangan sampai menunggu anak sakit
Baru didaftarkan ke JKN BPJS Kesehatan.

"Selain itu juga agar kesehatan bayi tetap terjamin. Karena anak yang baru lahir biasanya rentan sakit," pungkas Andri Rikopaltera.

(posbelitung.co / Ferdi Aditiawan)

Editor: Hendra
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved