Biografi

Mengenal Sosok Dirut BPJS Kesehatan Fahmi Idris, Kini Sedang Direpotkan Karena Iuran Batal Naik

Mengenal Sosok Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris, Kini Sedang Direpotkan dengan Batalnya Kenaikan

KOMPAS.com/Reni Susanti
Untuk meningkatkan pelayanan, BPJS Kesehatan membuka lima kantor cabang baru di Indonesia secara serentak, Rabu (30/12/2015). Peresmian kantor dilakukan oleh Dirut BPJS Kesehatan Fahmi Idris. 

Biografi Direktur Utama BPJS Kesehatan Fahmi Idris

BANGKAPOS.COM -- Direktur utama badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) Kesehatan, Fahmi Idris merupakan seorang yang berprestasi dibidang akademik.

Saat kuliah Pascasarjana di Universitas Indonesia, ia memperoleh predikat Cumlaude, kemudian ia melanjutkan ke Universitas yang sama meraih gelar.

Dia diketahui menjabat sebagai direktur BPJS Kehehatan sejak 2013-2014, kemudian 2016 hingga sekarang.

Disela-sela kesibukannya sebagai direktur BPJS Kesehatan, pria kelahiran Palembang, 1 Februari 1968 ini juga aktif mengajar dan berkecimpung di berbagai organisasi sosial dan kemasyarakatan seperti Ketua Koordinator Panti Asuhan/Majelis Taklim di bawah Yayasan HM Ali Agam (2006–saat ini).

Ia dikenal sebagai direktur utama Asuransi Kesehatan Indonesia, sebelum akhirnya berganti nama menjadi BPJS Kesehatan pada 1 Januari 2014.

Fachmi tercatat juga sebagai ketua umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI, 2006-2009), Ketua Majelis Pimpinan Pusat ICMI (2011–2016), pengurus pusat Dewan Masjid Indonesia (2012–2017),

Setelah lulus Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) pada 1993, ayah dari Ridho Fachri M., Rizqy Fachri M., dan Rifa Rahma A. langsung mempraktikkan ilmunya di daerah kecil Sumatra Selatan.

Dua tahun kemudian, suami dari Dr. dr. Rini menjabat Kepala Puskesmas Makarti Jaya, Sungsang di Sumsel.

Kemudian, lulusan terbaik pascasarjana program Ilmu Kesehatan Masyarakat UI pada 1998 itu, selanjutnya menjadi pegawai negeri sipil sebagai staf pengajar di Universitas Sriwijaya.

Pada tahun 2010 Fachmi Idris sempat digadang-gadang menjadi wakil dari Menteri Kesehatan saat itu, Endang Rahayu.

Fachmi telah menjalani uji kelayakan sebagai wakil menteri, akan tetapi karena salah satu syarat wakil menteri adalah setidaknya pernah satu kali menduduki jabatan dengan pangkat eselon 1A di Departemen Kesehatan, maka keputusan presiden tidak dapat dikeluarkan.

Pada awal tahun 2016, Fachmi Idris dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kedokteran Komunitas, Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. 

BPJS Kesehatan menjadi perhatian sejak kemunculannya, mulai dari isu iuran yang terus bergulir, keanggotaan, hingga baru-baru ini pembatalan kenaikan iuran oleh Mahkamah Agung. (Bangkapos.com/Nordin/Wikipedia.org)

Penulis: Muhammad Noordin
Editor: teddymalaka
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved