Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Ancaman Paham Radikalisme di Babel Belum Ada, Kapolda Minta Jangan Lengah

Hadir dalam FGD tersebut Kapolda Provinsi Bangka Belitung (Babel) Brigjen Pol Anang Syarif Hidayat dan Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh.

Bangkapos/Muhammad Rizki
Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Gedung Serba Guna Pemkab Bateng. Terkait penangkalan paham radikalisme dan intoleransi di Kabupaten Bangka Tengah. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Gedung Serba Guna Pemkab Bateng, Rabu (11/3/2020).

Hadir dalam FGD tersebut Kapolda Provinsi Bangka Belitung (Babel) Brigjen Pol Anang Syarif Hidayat dan Bupati Bangka Tengah, Ibnu Saleh.

Dalam kegiatan tersebut Ibnu mengatakan jika radikalisme dan intoleransi adalah perbuatan yang tak hanya meruntuhkan sendi-sendi kehidupan bangsa dan negara saja.

Namun juga bisa mencerai-beraikan NKRI yang sudah diperjuangkan dengan darah dan keringat oleh para pahlawan bangsa ini.

Oleh karena itu pemerintah sangat mendukung kegiatan diskusi seperti ini, dalam rangka memberikan pemahaman akan pentingnya nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa.

Dan orang nomor satu di Bateng ini bersyukur sampai saat ini belum ada riak-riak paham radikalisme dan intoleransi di Bateng.

"Alhamdulillah, hal ini membuktikan jika masyarakat Provinsi Babel pada umumnya dan Kabupaten Bateng pada khususnya cinta akan kedamaian, kesatuan, dan persatuan bangsa," ujar Ibnu, Rabu (11/3)

Ia berharap dengan diadakannya FGD ini, dapat menambah wawasan dam keilmuan dalam menangkal paham radikalisme dan intoleransi.

Jika seandainya ke depan ada yang menemukan paham-paham radikalisme dam intoleransi yang akan berujung kepada perbuatan negatif, Ibnu mengajak siapapun untuk segera melaporkan hal tersebut kepada pihak berwajib.

Sementara itu Kapolda Babel Brigjen Pol Anang Syarif mengatakan masalah radikalisme dan terorisme tidak pernah surut, sehingga upaya-upaya penangkalan harus tetap intens dijalankan.

Ia juga menjelaskan bahwa penyebab timbulnya radikalisme dan terorisme adalah pemahaman akan keyakinan yang sempit, serta memiliki wawasan yang sempit, sehingga mudah terpapar paham-paham negatif.

Jendral polisi bintang satu itu mengatakan jika sebenarnya di Provinsi Babel sampai saat ini belum ada ancaman paham-paham radikalisme, dikarenakan budaya masyarakat Babel yang sudah terbiasa hidup rukun dan berdamai dengan perbedaan.

"Namun kita tidak boleh lengah dan terlena, tindakan preventif harus tetap dilakukan, contohnya dengan melakukan kegiatan FGD ini," pungkas Anang. (Bangkapos/Muhammad Rizki)

Penulis:
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved