Berita Pangkalpinang

Respons Warga Pangkalpinang terkait Pembatalan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Kesal hingga Ikhlas

Sejumlah warga Pangkalpinang merespons soal dibatalkannya kenaikan iuran BPJS Kesehatan oleh Mahkamah Agung (MA) baru-baru ini.

(TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO)
Sejumlah petugas melayani peserta Jaminan Kesehatan Nasional di kantor BPJS Kesehatan di Jalan Abdul Wahab Syachranie, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (10/2/2020). Sesuai Perpres Nomor 75 Tahun 2019, iuran BPJS Kesehatan dipastikan naik untuk tiap kelasnya.Diharapkan biaya yang naik berdampak pada pelayanan yang juga meningkat. (TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Sejumlah warga Pangkalpinang merespons soal dibatalkannya kenaikan iuran BPJS Kesehatan oleh Mahkamah Agung (MA) baru-baru ini.

Seperti diketahui, kenaikan iuran BPJS Kesehatan hingga 100 persern berlaku per Januari 2020 lalu.

Namun di tengah jalan, kenaikan iuran tersebut dibatalkan oleh MA.

Terkait ini, sejumlah warga Pangkalpinang merespons berubahnya aturan pemerintah ini.

Listika, seorang warga Pangkalpinang, menyebutkan dirinya sedikit kesal dengan peraturan pemerintah yang berubah-ubah.

Sebelumnya, Listika mengaku telah mengajukan penurunan kelas layanan kepesertaan BPJS Kesehatan saat iurannya dinaikkan dua kali lipat Januari 2020 lalu.

Karena itu, ia kesal dengan peraturan pemerintah yang ia nilai berubah-ubah tersebut.

"Sebentar kayak gini, nanti berubah lagi, kebijakan baru lagi, sebenarnya apa maunya, kalau seperti ini kan jadi meribetkan masyarakat, terus uang yang sudah kita bayarkan dengan harga iuran yang sudah naik bagaimana, mau dikembalikan, saya tidak yakin seperti itu," ujar Listika kepada Bangkapos.com, Rabu (11/03/2020)

"Saya awalnya kelas 1 saya turun kelas 2, nanti saya naikan kelas 1, naik lagi pula iurannya, tidak tahu lah saya dengen pemerintah ini seperti apa," ucapnya

Sementara itu, Agus warga Pangkalpinang ini mengaku ikhlas terkait uang iuran BPJS yang terlanjur sudah ia bayarkan.

"Saya ikhlas, yang sudah dibayarkan dengan harga naik sudahlah tidak apa-apa, yang lalu biarlah berlalu, yang perlu kita hadapi yang akan datang ini," tuturnya

Dia mengatakan, di saat kenaikan kemarin dirinya tidak menurunkan kelas BPJS-nya tetap di kelas 2.

Sementara itu, Kabid Pelayanan RSUD Depati Hamzah, M. Thamrin mengatakan, batalnya kenaikan iuran tidak akan berpengaruh terhadap pelayanan di rumah sakit.

"Tidak ada perubahan pelayanan, kita akan mengikuti aturan saja, pelayanan tidak ada perubahan nantinya, tetap seperti biasa," kata Thamrin (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved