Wiki Bangka

Sejarah Menara Air Minum (Watertoren) di Bukit Baru, Mampu Suplai 11.970 Pelanggan Pada Masanya

Pembangunan fasilitas air minum Pangkalpinang ini dilakukan oleh aannemer (kontraktor) Toko Lindeteves Stokvis Betawi dengan kontrak Rp 300 Ribu.

bangkapos.com/ Sela Agustika
Cagar Budaya Menara Air Minum (Watertoren) yang terletak di Bukit Baru 

Sejarah Menara Air Minum (Watertoren) di Bukit Baru Pangkalpinang. Mampu Suplai 11.970 Pelanggan Pada Masanya

BANGKAPOS.COM, BANGKAMenara Air Minum atau Watertoren berangka 1932 M adalah bagian dari fasilitas instalasi air minum yang dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda.

Pada tahap awal pencarian alternatif untuk air ini ada tiga lokasi yaitu di Gunung Doel, di Sungai Nyelanding dan di Gunung Mangkoel.

Namun, sumber air baku di Gunung Doel, debit atau volume airnya sangat sedikit, sedangkan Sungai Nyelanding tingkat kekeruhan airnya sangat tinggi, sehingga dipilihlah alternatif ketiga yaitu sumber air yang berada di Gunung Mangkoel atas saran seorang ahli bernama Bas van Hout.

Secara fisik, bentuk bangunan Menara Air Minum ini menyerupai dua tangki raksasa yang ditopang oleh instalasi bangunan yang didalamnya terdapat pipa-pipa besar yang berfungsi untuk menyalurkan air ke seluruh masyarkat Pangkalpinang.

Banguman Menara Air Minum ini berukuran 12,6 m X 9,6 m, tinggi 5 m, diameter 8,25 m yang dibatasi 6 tugu pembatas (patok) yang dibuat dari batu granit.

Sejarawan Bangka, Akhmad Elvian mengatakan, adanya patok ini dibuat sebagai pembatas antara tanah milik pengelolah air minum dengan komplek perumahan bukit baru yang merupakan perumahan elit pada waktu itu.

Menara Air Minum yang terletak di Bukit Baru yang didirikan pada tahun 1993 Masehi ini mampu mensuplai air kepada 11.970 pelanggan di Kota Pangkalpinang pada masa itu.

Secara Atronomis, Menara Air Minum (Watertoren) terletak di perumahan timah Bukit Baru, di sisi utara jalan sebelah Anggrek yang berada pada 2 derajat 06 49 LS 106 derajat 06 26 BT.

Cagar Budaya Menara Air Minum (Watertoren)  yang terletak di Bukit Baru
Cagar Budaya Menara Air Minum (Watertoren) yang terletak di Bukit Baru (bangkapos.com/ Sela Agustika)

Pembangunan fasilitas air minum Pangkalpinang ini dilakukan oleh aannemer (kontraktor) Toko Lindeteves Stokvis Betawi dengan kontrak saat itu sekitar Rp 300 Ribu.

Sebagian besar dana pembangunan diperoleh dari kas geemente kampung yang dipinjamkan dengan bunga sebesar 60 persen setahun.

Fasilitas air minum Pangkalpinang kemudian dikelola oleh Plaatselijk Fonds yaitu satu badan yang mengelola dan mengurus Eigendom (milik) Pemerintah Hindia Belanda, dan badan ini mengurus dana/keuangan yang diperoleh dari pajak, opstalperceelen, reklame, minuman keras, retribusi pasar, dan penerangan jalan, semuanya berdasarkan verordening/peraturan yang berlaku.

Menara Air Minum ini merupakan satu diantarnya cagar budaya yang ada di Pangkalpinang (peraturan menteri kebudayaan dan pariwisata nomor PM 13/PW 007 / MKP / 2010, tanggal 8 Januari 2010) dan dilindungi undang-undang nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Saat ini menara air buatan Belanda tersebut masih terawat dengan baik, akan tetapi sumber airnya sudah tidak dimanfaatkan lagi oleh masyarakat sekitar dan menjadi ikon wisata sejarah di Pangkalpinang. (Bangkapos.com/Sela Agustika)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved