Simak Kisah Petani Berdasi di Bangka Ini, Raih Untung Puluhan Juta dalam Sekejap (VIDEO)

Tak hanya ditanami pohon kelapa sawit, namun juga ada tanaman hortikultura atau sayur mayur yang sebagian besar telah memasuki masa panen raya.

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Mentari baru saja muncul di ufuk timur. Sementara tetesan embun masih membasahi bumi.

Selepas kokok ayam berbunyi, Ari (48) pun siap beraksi, beranjak meninggalkan rumah.

Mengenakan setelan pakaian kebun, lengkap sepatu 'bot' dan topi, pria berdarah Jawa yang kini menetap di Lingkungan Sripemandang Sungailiat Bangka itu, tampak begitu bersemangat beranjak menuju kebunnya yang berada di Desa Jurung Kecamatan Merawang Bangka.

Tak lama berselang, tibalah ia di sebuah pondok semi permanen yang dihuni beberapa orang pekerja kebun, anak buahnya.

Ari sumringah karena area bekas lokasi tambang timah seluas 18 hektare yang ia miliki tampak hijau.

Tak hanya ditanami pohon kelapa sawit, namun juga ada tanaman hortikultura atau sayur mayur yang sebagian besar telah memasuki masa panen raya.

Di kebun ini dapat dijumpai blok tanaman kangkung darat, timun, cabe, kacang panjang dan sebagainya. "Luas areal kebun sekitar 18 hektare.

Namun hanya sekitar dua hektare yang ditanami hortikultura, sayuran seperti kangkung, kacang panjang, timun, cabe dan sebagainya," kata Ari kepada Bangka Pos, Rabu (11/3/2020).

Menurutnya, harga jual sayur-sayuran saat ini, relatif murah. Kacang panjang misalnya ia jual ke pedagang pengumpul atau tengkulak Rp 3500 perkg, sedangkan harga eceran di pasaran bisa mencapai Rp 7000 perkg. 

"Tanaman ini umurnya singkat, misal timun, 50 hari setelah tanam sudah bisa dipanen," kata pria kelahiran Karang Padang, 12 Oktober 1972 bernama lengkap Ari Sulistiyadi itu tampak begitu optimis ketika ditemui Bangka Pos di kebunnya.

Halaman
123
Penulis: ferylaskari
Editor: Tomi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved