Sabtu, 11 April 2026

Berita Pangkalpinang

Cuaca 15 Hari Terakhir Dinilai Cenderung Kondusif, Begini Kata BMKG terkait Lakalaut Nelayan

Kurniaji juga menyarankan agar para nelayan mutlak harus memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melaut.

Penulis: Cici Nasya Nita | Editor: Dedy Qurniawan
Bangkapos.com/Ira Kurniati
Kepala seksi data dan informasi BMKG Pangkalpinang, Kurniaji 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Seksi data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang, Kurniaji mengatakan seperti informasi cuaca (darat dan perairan) yang rutin disampaikan bahwa dalam kurun waktu 10-15 hari terakhir ini kondisi cuaca baik di daratan maupun di lautan cenderung masih kondusif.

"Walaupun jika kita korelasikan dengan aspek klimatologinya terkesan ada fenomena anomali mengingat kita masih berada di puncak hujan atau tepatnya akhir periode puncak musim penghujan," ujar Kurniaji saat dikonfirmasi bangkapos.com, Jumat (13/3/2020).

Menyikapi lakalaut atau kecelakaan laut yang terjadi pada nelayan akhir-akhir ini, Kurniaji belum bisa memastikan hal itu terjadi karena faktor cuaca.

"Terkait kejadian lakalaut yang menimpa kawan-kawan nelayan dalam beberapa minggu terakhir, belum dapat dipastikan apakah faktor cuaca menjadi unsur penyebab utama," jelasnya.

"Seperti kecelakaan yang terjadi dua hari lalu ini, penyebabnya tali ponton putus dan terbawa arus. Apakah yang menyebabkan putusnya tali ponton memang karena angin yg kencang atau memang masalah teknis lainnya,"lanjut Kurniaji.

Menurutnya, terkait beberapa faktor cuaca yang biasanya sangat mempengaruhi aktivitas perairan atau nelayan di antaranya meliputi angin (arah dan kecepatan), jarak pandang, ketinggian gelombang dan hujan.

Kurniaji juga menyarankan agar para nelayan mutlak harus memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melaut.

"Cara yg paling mudah adalah dengan mengakses info cuaca perairan yang telah kami serbarkan dibeberapa jalur medsos seperti grup cuaca di whatsapp, telegram dan facebook. Namun untuk melakukan ini nelayan tentu harus dibekali dengan smartphone, ini yang sering menjadi kendala karena kebanyakan handphone yang dimiliki oleh para nelayan masih tipe lama yang bukan tipe smartphone," sebutnya. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved