Virus Corona

Pasien Suspect Corona Meninggal di Solo, Pembungkus Jenazah Tak Boleh Dibuka Sampai Liang Lahat

Satu pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona atau Covid-19 meninggal di RSUD Dr Moewardi Solo pada Rabu (11/3/2020).

Astroboys2019 via BoredPanda
Perawat yang sedang bertugas menangani coronavirus di Kota Wuhan, China. 

BANGKAPOS.COM, SEMARANG - Satu pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona atau Covid-19 meninggal di RSUD Dr Moewardi Solo pada Rabu (11/3/2020).

Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo, menyatakan pasien yang disembunyikan identitasnya itu belum dipastikan terjangkit virus corona.

Tim medis masih menunggu hasil pemeriksaan sampel swab hidung dan tenggorokan yang telah dikirim ke Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan di Jakarta.

Satu yang pasti, setelah dinyatakan meninggal, jenazahnya langsung dibungkus plastik.

Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Dr Moewardi Solo, Harsini, menuturkan hal itu dilakukan sebagai bentuk protokol pemulasaran jenazah.

"Saat diserahkan ke keluarga, jenazah dibungkus plastik," ucap Harsini dalam konferensi pers di kantor Dinkes Jateng, Semarang, Kamis (12/3/2013) malam.

Plastik tersebut tidak boleh dibuka hingga ke liang lahat.

"Hal itu dilakukan karena kami belum mengetahui penyebab meninggalnya pasien," jelasnya.

Update Terbaru Virus Corona di Indonesia : 34 Terinfeksi, 2 Sembuh dan 1 Meninggal Dunia

Pemeriksaan terakhir, pasien meninggal karena gagal napas yang diakibatkan pneumonia.

Pihaknya belum mengetahui hasil pemeriksaan sampel swab keluar.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved