Rabu, 15 April 2026

Berita Sungailiat

Tahan 8 Orang terkait Keributan Pro Kontra KIP, Polres Bangka Didemo Massa

Mereka memprotes tindakan polisi yang telah menangkap dan menahan delapan orang teman mereka atas tuduhan pengeroyokan.

Editor: Dedy Qurniawan
bangkapos.com/ferylaskari
Massa demo di Polres Bangka meminta polisi tak menahan delapan teman mereka pasca keributan pro kontra KIP, beberap waktu lalu 

Tahan 8 Orang terkait Keributan Pro Kontra KIP, Polres Bangka Didemo Massa

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Lebih dari seratus orang menggelar aksi demo di Polres Bangka, Jumat (13/3/2020).

Massa gabungan dari Sungailiat dan Riausilip Bangka ini memprotes tindakan polisi yang telah menangkap dan menahan delapan orang teman mereka atas tuduhan pengeroyokan.

"Kami minta polisi tidak menangkap atau menahan warga kami delapan orang. Kalau mereka ditahan kami juga minta ditahan," teriak ibu-ibu yang tergabung dalam konsentrasi massa, Jumat (13/3/2020) siang di depan Kantor polres Bangka.

Massa yang awalnya berteriak di depan pintu gerbang Mapolres Bangka tersebut kemudian memasuki halaman kantor polisi itu, dalam raut wajah penuh kekecewaan dan kemarahan.

"Pokoknya kami minta polisi tidak menangkap atau menahan rekan kami," teriak demonstran.

Sementara itu masalah ini berawal beberapa bulan silam.

Ketika itu sejumlah kapal isap penambangan (KIP) bermaksud beroperasi di Perairan Matras Sungailiat Bangka.

Keberadaan KIP membuat Warga Matras, Sinarjaya Jelutung dan sekitarnya "terkotak-kotak".

Keributan antar kelompok pro dan kontra pun tak dapat dihindari.

Hingga akhirnya terjadi aksi pemukulan antar kelompok yang berbeda pendapat, pro-kontra.

Aksi saling lapor pun terjadi di Polres Bangka, hingga akhirnya polisi menetapkan delapan orang sebagai terduga pelaku kasus pemukulan, penganiayaan atau pengeroyokan.

Delapan orang, notabene berstatus nelayan dan tokoh pemuda Warga Kelurahan Matras Sungailiat terancam hukuman pidana.

"Sejak adanya pro kontra KIP tempohari, warga kami di Matras banyak yang nggak akur lagi. Banyak yang nggak tegur-teguran saat Jumtan....nggak tau lagi siapa imam.. nggak tau lagi siapa khotib," sesal Holid, Warga Matras Sungailiat yang tergabung dalam aksi demo tersebut, Jumat (13/3/2020).

Oleh karenanya Holid berharap polisi bijak agar tidak menahan delapan orang warga yang terlibat dalam perikanan itu.

Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono dikonfirmasi Banbka Pos, Jumat (13/3/2020) siang memberikan penjelasan soal kedatangan massa yang dimaksud.

"ukan demo namun audensi humanis diaula Polres untuk mengkonfirmasi terkait penanganan dan pemeriksaan kasus pengeroyokan di Matras yang saat ini sudah dilakukan sesuai SOP oleh Satreskrim Polres Bangka," kata Kapolres (bangkapos.com/ferylaskari)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved