Jangan Gunakan Whatsapp atau Telegram Jika Ingin Aman, Ini Aplikasi Chat Paling Aman

Jangan salah. Fitur keamanan di Whatsapp dan Telegram sebenarnya sudah memadai untuk kebanyakan pengguna. Namun keduanya memiliki titik lemah

Matias Marasco
Ilustrasi Whatsapp dan Telegram 

Jangan Gunakan Whatsapp atau Telegram Jika Ingin Aman, Ini Aplikasi Chat Paling Aman

BANGKAPOS.COM - Jangan salah. Fitur keamanan di Whatsapp dan Telegram sebenarnya sudah memadai untuk kebanyakan pengguna. Namun keduanya memiliki titik lemah di sisi security yang bisa dieksploitasi.

Ketika jumlah pengguna melejit, Whatsapp kian serius membenahi keamanan dengan menambahkan end-to-end encryption pada setiap chat. Fyi, end-to-end encryption maksudnya isi chat dienkripsi (atau diacak) sejak dikirim sampai diterima. Kunci untuk membuka enkripsi hanya dimiliki oleh pengirim dan penerima. 

Kelebihan Whatsapp lain adalah mereka menggunakan standar Signal Protocol yang dikembangkan oleh Open Whisper Project. Signal Protocol adalah salah satu standar enkripsi paling tangguh saat ini karena melakukan teknik enkripsi berlapis. 

KelemahanAkan tetapi, file backup di Google Drive ini ternyata tidak dienkripsi. Hal ini membuka kemungkinan oknum jahat untuk mencuri file backup tersebut dan membaca isi chat Anda. 

Kepopuleran Whatsapp sebenarnya juga bisa dianggap kelemahan. Pasalnya hacker lebih “semangat” mencari kelemahan Whatsapp karena iming-imingnya juga besar. Hacker di sini juga bukan sekadar orang iseng, namun juga institusi khusus (atau bahkan negara) yang memiliki sumber daya besar untuk mencari setiap titik kelemahan Whatsapp. 

Telegram

Kelebihan: Berbeda dengan Whatsapp, Telegram tidak melakukan backup untuk Secret Chat. Isi pembicaraan Secret Chat hanya tersimpan di perangkat dalam keadaan terenkripsi. Jadi jika Anda berganti smartphone atau melakukan reset, file Secret Chat otomatis akan hilang.

Kekurangan: Telegram memang melakukan end-to-end encryption, namun hanya saat pengguna memilih Secure Chat. Secara default alias pada chat normal, Telegram tidak melakukan enkripsi. 

Hal ini bisa dibilang kelemahan tersendiri karena pengguna harus melakukan langkah tambahan jika ingin mendapatkan end-to-end encryption. Jika dibandingkan Whatsapp yang secare default melakukan enkripsi di setiap chat, pendekatan Telegram ini terbilang kalah praktis.
New Secret Chat>pilih Contact untuk mengaktifkan end-to-end encrytion" width="700" height="393" loading="lazy" />
Di Telegram, Anda harus mengklik tombol menu tiga garis>New Secret Chat>pilih Contact untuk mengaktifkan end-to-end encrytion (infokomputer.grid.id)

open source. Selain itu, chat yang bersliweran di Telegram, termasuk Secret Chat, tersimpan di server mereka. 

Halaman
12
Editor: Evan
Sumber: Info Komputer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved