Breaking News:

Berita Bangka Tengah

Kisah Romlan Petugas Kamar Mayat, Pernah Diganggu Makhluk Halus, dan Ogah Ganti Profesi

Ia adalah Romlan, petugas kamar mayat RSUD Bateng yang mengurusi jenazah.

Bangkapos.com/Muhammad Rizki
Petugas Kamar Mayat RSUD Bateng, Romlan. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Seorang laki-laki terlihat sigap menerima kantong berwarna cerah tersebut, namun bungkusan tersebut bukanlah berisi barang atau benda, melainkan mayat yang kebanyakan sudah dalam keadaan sulit dikenali dikarenakan pada saat ditemukan sudah dalam keadaan rusak.

Ia adalah Romlan, petugas kamar mayat RSUD Bateng yang mengurusi jenazah. Pekerjaan yang tak lazim di masyarakat umum ini ia tekuni dengan penuh keikhlasan.

Tak terhitung sudah berapa mayat yang ia tangani selama kurang lebih 10 tahun ini mulai dari mayat yang meninggal di rumah sakit sampai mayat yang tidak jelas asal muasalnya, dan sudah dalam keadaan tidak utuh.

Raut wajahnya yang ramah seketika berubah serius, saat ditanyakan mengapa sampai sekarang masih menekuni pekerjaan.

Padahal pekerjaan ini dianggap sebagian orang cukup menyeramkan dikarenakan harus berurusan dengan orang yang sudah meninggal.

Romlan mengatakan sebagai seorang manusia ia meyakini jika kematian hanya soal waktu sehingga dengan keikhlasannya mengurus orang yang sudah meninggal, maka pada saat dirinya meninggal akan ada pula orang yang mau mengurusi jenazahnya dengan penuh keikhlasan.

"Ini kan soal rasa, rasa kemanusiaan kita terhadap semua manusia, baik itu dari agama apapun, dari suku apapun, dan latar belakang apapun. Kita tetap harus saling membantu,  harus sadar suatu saat kita juga akan mati, dan kalau saat ini saya mengurusi orang mati, saya berharap suatu saat Yang Maha Kuasa membalas apa yang sudah saya perbuat," ungkap Romlan.

Sebenarnya pada tahun 2008 ia bekerja sebagai pegawai honorer di RSUD Bateng sebagai seorang satpam, namun rasa kemanusiaannya timbul pada saat tahun 2010 ada kasus penemuan mayat yang sudah mengapung di daerah Kecamatan Lubuk Besar, Bateng. 

Saat itu ada keluarga dari mayat tersebut yang datang dan mengatakan bahwa mayat itu  adalah keluarga mereka dikarenakan masih ada baju di tubuh mayat tersebut.

Pada saat itu keluarga mayat tersebut meminta agar mayat tersebut diurus seperti dimandikan dan dikafankan.

Halaman
12
Penulis:
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved