Demo Mahasiswa UBB Ricuh

Ketua Senat UBB Nilai Demo Mahasiswa Berakhir Ricuh Merupakan Kesalahan Fatal

Karena mahasiswa melanggar instruksi dan surat edaran mendikbud dan rektor UBB yang melarang berkumpul dalam jumlah yang banyak ditengah mewabahnya

LPM UBB
Ricuh Demo di Universitas Bangka Belitung 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Aksi demo atau unjuk rasa mahasiswa Universitas Bangka Belitung menolak terhadap Peraturan Rektor Nomor 2 Tahun 2019 tentang Kemahasiswaan berakhir ricuh.

"Pertama saya ingin sampaikan bahwa kegiatan demo atau aksi yg mengumpulkan orang dalam jumlah banyak ini salah. Karena mahasiswa melanggar instruksi dan surat edaran mendikbud dan rektor UBB yang melarang berkumpul dalam jumlah yang banyak ditengah mewabahnya virus corona. Artinya ini kesalahan fatal," kata Ketua Senat UBB, Eva Prasetiyono saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Kamis (19/3/2020).

Lebih lanjut ia menerangkan ketidakhadiran dirinya pada saat aksi tersebut karena mengikuti surat edaran tersebut.

"Disisi lain saya baru pulang dari kantor Kemendikbud Jakarta mengurusi hasil pemilihan rektor UBB sekaligus berkoordinasi dengan pihak Kemendikbud terkait dengan pelantikan rektor UBB terpilih. Saat ini kondisi saya sedang flu dan saya melakukan self carantina di rumah," jelasnya.

Selanjutnya dikatakan bahwa Ketua Senat yang membuat dan mengesahkan kebijakan peraturan tersebut.

"Saya harus luruskan bahwa yang membuat peraturan tersebut bukan saya sebagai Ketua Senat, tapi senat secara kolektif kolegial. Senat itu anggotanya terdiri atas rektor, wakil rektor, ketua lembaga, dekan dan perwakilan dosen tiap fakultas yang secara bersama merumuskan dan membahas peraturan tersebut," jelas Eva.

"Kemufakatan dari hasil tersebut yang kemudian melahirkan peraturan. Jadi salah jika ketua senat yang membuat peraturan," ujar Eva.

Gilang Virginawan, mahasiswa yang ikut demo dan Ex Dewan Perwakilan Mahasiswa dalam aksi tersebut mempermasalahkan pihak yang bertanggungjawab justri tidak hadir dan tidak bersedia menemui mahasiswa.

"Aksi hari ini tidak di hadiri oleh Rektor UBB dan Ketua senat yang telah menyusun dan mengesahkan peraturan ini," tutur Gilang.

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita

Caption: Saat unjuk rasa mahasiswa UBB di Gedung Rektorat Kampus Terpadu UBB (foto Ist/Gilang).

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved