Advertorial

Cegah Wabah Covid-19, Pemkab Bangka Tengah Gencar Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Seperti kita ketahui bahwa , coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat

ist
Sosialisasi cuci tangan dan menggunakan hand sanitaizer di lintas sektor 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Seperti kita ketahui bahwa , coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat.

Virus corona adalah zoonosis (ditularkan antara dari hewan dan manusia). Diketahui penyebabnya adalah novel Corona virus yaitu jenis virus baru yang satu family dengan virus penyebab Severe Acute Respiratory Syndrom (SARS- CoV) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV).

Tanda dan gejala COVID -19 yaitu Demam pada 90 % kasus, dengan suhu (≥ 38 °C) atau ada riwayat demam, Letih lemah dan lesu dan batuk kering, mengalami sesak napas, serta distress pernapasan pada rontgen dada memberikan gambaran adanya perubahan di kedua lapangan paru (pneumonia).

Dalam kaitan untuk pencegahan dan perawatan ossrang dengan COVID-19 ini, kementerian kesehatan RI membagi 2 kelompok menjadi Orang sehat dan orang dengan gejala/sakit.

Orang sehat yang biasa disebut juga dengan orang sehat dalam resiko (ODR) adalah orang yang saat dan/atau dalam 14 hari datang dari negara/wilayah terjangkit dan tidak ada gejala sekit (sehat).

Sedangkan orang dengan gejala/sakit di bagi menjadi empat, yaitu orang sakit dalam pemantauan (OPD), pasien dalam pengawasan (PDP), Probable dan konfirmasi.

Pasien dalam pengawasan yaitu seseorang yang mengalami demam (≥ 38 °C) atau ada riwayat demam, batuk/pilek/ nyeri tenggorokan, pneumonia ringan hingga berat berdasarkan gejala klinis dan/atau gambaran radiologis, kemudian perlu waspada pada pasien dengan gangguan system kekebalan tubuh (immunocopromised) karena gejala dan tanda menjadi tidak jelas dan memiliki riwayat perjalanan ke negara terjangkit pada 14 terakhir sebelum timbul gejala.

Seseorang dengan demam (≥ 38 °C) atau ada riwayat demam atau ISPA ringan sampai berat pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, memiliki salah satu dari paparan yaitu riwayat kontak dengan kasus konfirmasi COVID-19 atau bekerja atau mengunjungi fasilitas kesehatan yang berhubungan dengan pasien konfirmasi COVID-19 atau memiliki riwayat perjalanan ke Provinsi Hubei (termasuk kota wuhan) atau China, dan atau kontak dengan orang yang memiliki riwayat perjalanan pada 14 hari terakhir ke Provinsi Hubei (termasuk kota wuhan).

Tindakan untuk pasien dalam pengawasan yaitu rawat inap (harus diisolasi, diambil specimen kemudian dikirim ke laboratorium rujukan, kontak erat pasien juga dilakukan pemantauan dengan kondisi kesehatannya.

Orang dalam pemantauan yaitu seseorang yang mengalami gejala demam (≥ 38 °C) atau ada riwayat demam atau ISPA tanpa pneumonia dan memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala.

Halaman
12
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved