Jumat, 24 April 2026

WIKI BANGKA

Pulau Simbang Habitat Unik yang Dihuni Burung Langka

Burung ini bernama Burung Simbang. Hewan dalam kategori keluarga fregatidae ini memiliki keunikan tersendiri.

Editor: nurhayati
Dok/Bangkapos.com
Perairan Pulau Simbang Pantai Bedukang Desa Deniang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Mungkin masih banyak orang yang tidak tahu, sejumlah spesies burung langka masih dapat ditemui di Desa Deniang Kecamatan Riausilip Kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Burung ini bernama Burung Simbang. Hewan dalam kategori keluarga fregatidae ini memiliki keunikan tersendiri.

Di lokasi tersebut, Burung Simbang menjadi penghuni sebuah pulau kecil di tengah laut. Pulau penuh bebatuan yang ditumbuhi pepohonan liar ini berjarak tak sampai satu mill dari bibir Pantai Dusun Bedukang Desa Deniang Kecamatan Riausilip Bangka.

Pada saat air laut sedang surut, warga dapat menjangkau pulau itu tanpa menggunakan perahu alias hanya berjalan kaki berendam separuh badan.

Karena sejak dulu pulau ini dihuni Burung Simbang, sehingga nama pulau tak berpenduduk itu kemudian melekat pada sebutan populernya, yaitu Pulau Simbang.

Tak diketahui secara pasti, siapa orang pertama yang menyebut nama pulau dan sejak kapan pulau ini dinamakan Pulau Simbang.

Yang jelas, warga dusun setempat biasa menyebutnya Pulau Simbang. Begitu pula pada kawanan burung yang hidup di pulau itu, warga dusun sudah sangat paham.

Sejak dulu mereka menyebut burung ini pada sebutan Burung Simbang. Burung yang dimaksud berwarna dominan hitam atau gelap dan kadang sedikit dihiasi corak coklat, biru atau putih pada bagian dada.

Hewan ini berukuran cukup besar karena bentangan kedua sayapnya bisa mencapai satu meter, kiri-kanan. Pada bagian mulut atau paru terlihat panjang, namun sedikit melengkung pada ujungnya.

Burung ini dibilang langka, karena tidak semua tempat bisa ditemui.

"Burung Simbang itu biasanya pulang ke Pulau Simbang, tidur di pulau itu karena aman terkendali. Burung Simbang ini termasuk langka sekali, karena sudah sulit ditemukan," kata Raymond Desfiandi Rajesh alias Ajes (33), Warga Perumnas UPTB T45 Nomor 21 Desa Karyamakmur Kecamatan Pemali Bangka, pengunjung pantai ini, Jumat (20/3/2020).

Warga mendatangi Pulau Simbang saat Peh Chun dimana air laut surut mencapai titik terendah sehingga pulau ini bisa didatangi dengan berjalan kaki.
Warga mendatangi Pulau Simbang saat Peh Chun dimana air laut surut mencapai titik terendah sehingga pulau ini bisa didatangi dengan berjalan kaki. (Dok/Bangkapos.com)

Seputar pulau dan burung tersebut diakui oleh Ferdy Karindra, Mantan Kepala Desa Deniang ketika dikonfirmasi Bangka Pos, Jumat (20/3/2020).

Semasa masih menjabat Kades Deniang, beberapa tahun lalu, Ferdy mengaku banyak pihak yang bertanya soal Pulau Simbang dan Burung Simbang yang dimaksud.

"Itu Pulau Simbang. Dari dulu pulau itu tempat tinggal Burung Simbang, maka orang-orang (warga) pada panggil Pulau Simbang," jelas Ferdy menyebut populasi Burung Simbang jumlahnya sudah sangat terbatas, tinggal puluhan ekor saja terlihat di pulau perairan ini.

Burung ini diakuinya lebih sering terlihat terbang berputar-putar di atas pulau, tempat tinggalnya.

Burung pemangsa ikan laut itu, pada waktu sore hari mandi di air tawar tepi pantai.

Namun sejak maraknya penambangan tepi pantai, burung ini tak lagi berani mendekat ke daratan tepi pantai.

"Menariknya, burung ini sangat tahu dimana ada banyak kumpulan ikan (di laut)," kata mantan kepala desa yang yang masih tetap memilih tinggal di Dusun Bedukang. (Bangkapos.com/Fery Laskari)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved