Sabtu, 11 April 2026

Sudah Lima Hari Dikarantina, Atlet Bulu Tangkis Tak Alami Kendala Kesehatan

Sudah lima hari rombongan pertama yang pulang dari mengikuti turnamen All England Open 2020 menjalani karantina.

MUHAMMAD ALIF AZIZ MARDIANSYAH/BOLASPORT.COM
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti, saat diwawancarai oleh Bolasport.com di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta (27/2/2020) 

BANGKAPOS.COM -- Sudah lima hari rombongan pertama yang pulang dari mengikuti turnamen All England Open 2020 menjalani karantina.

Para pebulu tangkis andalan Indonesia harus melewati masa isolasi yang akan dilakukan hingga tanggal 30 Maret 2020.

Meskipun para pemain pulang dalam keadaan sudah lelah, mereka harus tetap menjalani isolasi ini untuk mencegah penyebaran COVID-19 yang saat ini mulai meresahkan publik Indonesia.

Dilansir Juara.net dari situs resmi PBSI, proses jalannya isolasi berlangsung dengan sangat ketat.

Para pemain yang pulang dari turnamen All England Open 2020 masih tetap bisa menggunakan lapangan di Pelatnas Cipayung, namun tentunya dengan jadwal dan lapangan yang berbeda.

Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, pada semifinal All England Open 2020 di Arena Birmingham, Inggris, Sabtu (14/3/2020).
Pasangan ganda putra Indonesia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, pada semifinal All England Open 2020 di Arena Birmingham, Inggris, Sabtu (14/3/2020). (BADMINTON INDONESIA)

Masalah tentang kebersihan perangkat gym juga sangat diperhitungkan, bahkan alat-alat yang telah digunakan langsung disemprot dengan desinfektan untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan terburuk.

Ditanyai mengenai kondisi para atlet All England Open 2020, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti, memberi penyataan bahwa seluruh pemain dalam keadaan yang sehat.

"Sampai hari ini (19/3/2020), hasil laporan dari tim dokter semua dalam kondisi baik. Pokoknya semua tak lepas dari pantauan dokter," ujar wanita yang juga merupakan legenda bulu tangkis Indonesia itu.

Berkaitan dengan penangguhan sejumlah kompetisi bulu tangkis di dunia, Susi beranggapan masalah tersebut tidak akan mempengaruhi para atlet bulu tangkis Indonesia.

"Harusnya tidak terpengaruh ya, karena jadinya kan cuma tidak ada pertandingan lantaran situasi yang kurang kondusif. Keselamatan dan kesehatan lebih diutamakan," ungkap Susy.

Kemudian Susi lanjut menceritakan tentang pengalaman masa lalunya yang sempat merasakan hal yang agak serupa dengan yang dialami oleh para pebulu tangkis sekarang.

"Zaman saya dulu berbeda. Pernah mau ikut turnamen pada saat Perang Teluk, jadi mau berangkat bertanding harus berputar-putar mencari rute, tidak boleh melewati Timur Tengah," katanya.

Para pemain bulu tangkis Indonesia yang baru pulang dari All England Open 2020 dibagi menjadi dua kelompok.

Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti melakukan selebrasi usai memenangi laga final All England Open 2020, Minggu (15/03/2020).
Ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti melakukan selebrasi usai memenangi laga final All England Open 2020, Minggu (15/03/2020). (BADMINTON INDONESIA)

Kelompok pertama menjalani masa isolasi per tanggal 15 Maret malam.

Sedangkan kelompok kedua termasuk, juara All England Open 2020 pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, baru memulai isolasi pada 17 Maret malam.

Artikel ini telah tayang di Juara.net dengan judul, "Hari Kelima Isolasi Pemain All England: Semua Sehat namun Waspada"

Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved