Berita Bangka Selatan

Sungai Dicemari Limbah Pabrik, Warga Desa Pangkalbuluh Alami Gatal-gatal, Ikan Mabuk dan Mati

Marjan bersama perangkat Desa Pangkal Buluh telah melaporkan kejadian ini kepada dinas terkait yakni Dinas Lingkungan Hidup Bangka Selatan

(Ist/Kepala Desa Pangkal Buluh, Marjan)
Seorang warga mengumpulkan ikan yang mabuk dan mati akibat pencemaran diduga limbah pabrik tapioka di Desa Pangkal Buluh 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Warga Desa Pangkalbuluh, Kabupaten Bangka Selatan mengalami gatal-gatal setelah mandi di sungai Desa Pangkalbuluh.

Tak hanya itu saja, di sungai itu ditemukan juga banyak ikan yang mabuk bahkan ada juga yang mati.

Diduga air sungai Desa Pangkalbuluh tercemar hingga menyebabkan warga yang mandi mengalami gatal-gatal, ikan mabuk dan mati.

Kepala Desa Pangkal Buluh, Marjan mengatakan tidak sedikit warga yang mengeluhkan air sungai yang biasanya digunakan untuk mandi kini menyebabkan kulit warga menjadi gatal-gatal.

Kejadian kata Marjan ini telah terjadi beberapa hari yang lalu.

Kejadian ini kemungkinan disebabkan karena limbah yang berasal dari sisa pengolahan yang dikeluarkan oleh Pabrik Tapioka yang ada di Desa Pangkal Buluh.

"Kasihan warga soalnya mereka yang mau mandi atau mencuci di sungai terpaksa harus menahan diri karena air tercemar, bahkan ada warga yang mengalami gatal-gatal," ujar Marjan pada Jumat, (20/3/2020).

Tak hanya gatal-gatal, Marjan menambahkan jika banyak ikan sungai yang tiba-tiba mati dan mengambang di permukaan sungai.

Atas kejadian ini, Marjan bersama perangkat Desa Pangkal Buluh telah melaporkan kejadian ini kepada dinas terkait yakni Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka Selatan agar dapat membantu mencari jalan keluar sehingga warga tak lagi mendapat kesulitan. (Bangka Pos/Jhoni Kurniawan)

Penulis: Jhoni Kurniawan
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved