Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Petisi Online Tolak Cheng Beng, Amri Cahyadi : Masyarakat Tionghoa Mari Hargai Imbauan Pemerintah

Imbauan Erzaldi Rosman beserta bupati dan walikota se-Babel agar masyarakat tak menggelar maupun menghadiri kegiatan yang bersifat keramaian

bangkapos.com/Ramandha
Wakil Ketua DPRD Babel, Amri Cahyadi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  - Kiat Pemerintah Provinsi Bangka Belitung hingga saat ini melakukan pencegahan penyebaran masuknya Virus Corona (Covid-19) ke wilayah Babel dianggap Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung (Babel) Amri Cahyadi sudah sangat baik.

Hal tersebut dilihat adanya imbauan Gubernur Babel, Erzaldi Rosman beserta bupati dan walikota se-Babel agar masyarakat tak menggelar maupun menghadiri kegiatan yang bersifat keramaian demi mencegah penyebaran Covid-19.

Namun terkait adanya petisi online mengenai penolakan perayaan Cheng Beng yang akan digelar beberapa waktu mendatang oleh Masyarakat keturunan Tionghoa di Babel baru-baru ini.

Amri mengimbau agar masyarakat tak terpengaruh isu sosial yang dapat mempengaruhi ketentraman antar umat beragama.

Penentuan perayaan Cheng Beng dilakukan sesuai penanggalan Tiong Hoa dan tak bisa ditunda perayaannya.

Amri berharap masyarakat Tionghoa Babel dapat lebih bijaksana menanggapi imbauan pemerintah daerah maupun pusat perihal menghindari kegiatan yang bersifat keramaian.

"Mengingat kondisi kita saat ini sedang berupaya menanggulangi Covid-19. Kita berharap masyarakat kita yang beragama Konghucu dapat menghargai imbauan pemerintah kita. Silahkan beribadah di rumah," jelasnya kepada Bangkapos.com, Sabtu (21/3/2020).

Masyarakat Babel diharapkan tak khawatir dengan kunjungan masyarakat yang datang dari luar daerah. Hal ini karena pemerintah daerah (pemda) juga sudah melakukan antisipasi sejak dini dalam upaya pencegahan Covid-19.

Banyak hal dan situasi penanggulangan penyebaran yang hingga kini diterapkan kepada daerah maupun Presiden RI, Joko Widodo untuk membatasi meluasnya penyebaran, seperti menutup akses masuk bagi penumpang luar daerah yang terjangkit Corona.

"Apalagi kan misalnya mereka datang dari negara-negara yang ditetapkan Kemenlu (Kementerian Luar Negeri) RI kita masuk zona merah, gak mungkin la mereka masuk. Jadi sekarang ini semuanya serba takut dan siaga," tegasnya.

Amri juga mengarapkan agar Masyarakat Tionghoa menghargai dan mengikuti imbauan pemerintah mendukung segala upaya pemda setempat untuk kepentingan bersama.

(Bangkapos.com/Ramandha)

Penulis: Ramandha
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved