Berita Pangkalpinang

Satwa Endemik Bangka Mentilin Dilepasliarkan ke Kawasan Taman Hutan Raya Menumbing

Kasi Karantina Hewan drh Akhir Santoso mewakili Kepala Balai yang ikut dalam pelepasliaran satwa itu, mendukung dan mengapresiasi PPS Alobi Babel.

Ist/Karantina Pangkalpinang
Saat Karantina Pertanian Pangkalpinang ikut serta dalam pelepasan satwa liar oleh BKSDA Sumsel dan lembaga konservasi pusat penyelamatan satwa Alobi (Animal Lovers Bangka Island) Babel di Kawasan Taman Hutan Raya, Menumbing, Kabupaten Bangka Barat. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Karantina Pertanian Pangkalpinang ikut serta dalam pelepasan satwa liar oleh BKSDA Sumsel dan lembaga konservasi pusat penyelamatan satwa Alobi (Animal Lovers Bangka Island) Babel di Kawasan Taman Hutan Raya, Menumbing, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (21/3/2020).

Kasi Karantina Hewan drh Akhir Santoso mewakili Kepala Balai yang ikut dalam pelepasliaran satwa itu, mendukung dan mengapresiasi PPS Alobi Babel.

"Kami sangat mendukung langkah dari PPS Alobi Babel, karena selain melestarikan satwa di habitat alam aslinya secara tidak langsung akan mengurangi perburuan yang kemudian akan diperdagangkan dan dilalulintaskan," kata Akhir dalam rilis kepada bangkapos.com.

"Terlebih Undang-undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan peran karantina sangat strategis dan berada di garda terdepan dalam pengawasan dan pengendalian untuk melindungi satwa liar dan satwa langka dari perdagangan yang kemudian akan dilalulintaskan baik di bandara dan pelabuhan," lanjutnya.

Akhir juga mengatakan sedangkan menurut Undang-undang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan yang selanjutnya disebut karantina adalah sistem pencegahan masuk, keluar dan tersebarnya hama dan penyakit hewan karantina hama dan penyakit ikan karantina, dan organisme pengganggu tumbuhan karantina, serta pengawasan dan/ atau pengendalian terhadap keamanan pangan dan mutu pangan, keamanan pakan dan mutu pakan, produk rekayasa genetika, sumber daya genetik, agensia hayati, jenis asing invasif, tumbuhan dan satwa liar serta tumbuhan dan satwa langka yang dimasukkan ke dalam, tersebarnya dari suatu area ke area laim, dan atau dikeluarkan dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Manager PPS Alobi Endy Yusuf menyatakan pelepasan satwa ke habitatnya ini merupakan upaya pelestarian flora dan fauna dari kepunahan khususnya di Bangka Belitung.

"Satwa yang dilepasliarkan ke habitatnya berupa mentilin dan satwa langka yang lain berup elang, kukang dan trenggiling. Satwa ini merupakan titipan dari BKSDA Sumsel dan serahan masyarakat,"sebut Endy. (Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Dedy Qurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved