Breaking News:

Kuliner

Tempat Makan Legendaris di Jakarta, Pempek Megaria Bertahan 31 Tahun, Apa Rahasianya?

Pempek Megaria jadi salah satu kedai pempek legendaris di kawasan Menteng, Jakarta Pusat yang berdiri sejak 1989.

Editor: fitriadi
SYIFA NURI KHAIRUNNISA
Satu porsi Pempek Megaria terdiri dari pempek kapal selam kecil, lenjer kecil, kulit, dan adaan. 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Di pojok keramaian area pujasera Bioskop Metropole kawasan Menteng, Jakarta Pusat, terdapat kedai Pempek Megaria. Meski tempatnya kecil, selalu ada pengunjung yang memesan makanan di kedai ini.

Pempek Megaria jadi salah satu kedai pempek legendaris di kawasan Menteng, yang berdiri sejak 1989.

Pempek Megaria terletak di Kompleks Bioskop Metropole XXI, Jalan Pegangsaan Timur No.21, Menteng, Jakarta Pusat. Kedainya tepat berada di pojok sebuah pujasera gedung bioskop Metropole XXI.

Dahulu kawasan ini disebut Megaria. Dari nama kawasan itu pula Rudi, pemilik dari Pempek Megaria ini kemudian menamakan bisnis pempek yang ia bangun sedari 1989.

“Dulu saya sering lewat daerah ini. Dulu belum begini penampakan gedungnya. Saya lihat ada toko kosong. Akhirnya saya sewa coba jualan pempek,” ujar Rudi pada Kompas.com di Kedai Pempek Megaria, Rabu (11/3/2020).

Sanawi, Pria yang Dulu Jadi Kuli Kini Miliki 17 Rumah, Omzet Rp1,5 Miliar dan 700 Karyawan

Rudi yang dulu berkuliah di kawasan Salemba mengaku dirinya mewarisi darah bisnis dari kedua orang tuanya. Ayah dan ibunya memiliki bisnis percetakan foto di Palembang.

Untuk memulai bisnis kuliner, Rudi yang saat itu duduk di semester akhir kuliah memberanikan diri meminjam uang pada orang tuanya.

Ia mengaku bahwa saat itu melihat teman-temannya sudah mulai bekerja di berbagai perusahaan. Namun dirinya mengaku tak tertarik untuk bekerja kantoran.

Ia merasa dirinya punya kecenderungan tinggi untuk berdagang. Rudi sebenarnya tak memiliki pengalaman bisnis kuliner.

Namun karena ia berasal dari Palembang, akhirnya ia memutuskan berjualan pempek yang merupakan makanan khas Sumatera Selatan.

“Makanan ini gampang diterima. Setara bakso lah ya, kalau bakso kan sapi. Kalau pempek ini kan dari ikan. Bedanya itu saja,” jelas Rudi.

Rudi, pemilik Pempek Megaria(SYIFA NURI KHAIRUNNISA)
Rudi, pemilik Pempek Megaria(SYIFA NURI KHAIRUNNISA) 

Ia menjelaskan bahwa saat memilih lokasi berjualan, intuisinya sangat kuat.

Ia sangat yakin bisnisnya akan sukses dan berkembang. Pasalnya, saat itu Jalan Diponegoro yang jadi lokasi kawasan Megaria masih merupakan jalan dua arah. Berbeda dengan kondisi saat ini yang jalannya hanya satu arah.

“Dulu dua arah, berarti expose-nya tinggi. Apalagi dulu masih zamannya bus dua tingkat. Saya ingat dulu ada nomor 14A dari Senen ke Blok M. Dulu manusianya juga banyak banget sampai bergelantungan gitu di bus,” kenang Rudi.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved