Berita Kriminalitas

Gaji Terlambat Dibayar, Karyawan di Damar Belitung Timur Gasak Barang Logistik Milik Kantor

Tiga karyawan gasak logistik kantor berupa besi tracklink ekskavator milik sebuah kantor di kawasan Mempaya Damar, Belitung Timur

Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Empat tersangka yang saat ini sudah ditahan di Mapolsek Manggar, Minggu (22/3/2020). 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Tiga karyawan gasak logistik kantor berupa besi tracklink ekskavator milik sebuah kantor di kawasan Mempaya Damar, Belitung Timur, Rabu (18/3/2020).

Mereka adalah Defly (51), Dwi Hoeron (27), dan Petrus Bedy (40). Mereka mengambil barang itu karena ingin membeli kebutuhan sehari-hari gara-gara kantor itu terlambat memberikan gaji bulanannya.

"Barang itu rencananya akan dijual dan uangnya akan dipakai untuk beli makan," ungkap Kapolsek Manggar AKP Joko Susilo kepada posbelitung.co, Minggu (22/3/2020).

Menurut pengakuan tersangka, barang itu merupakan besi rongsok yang sudah tidak dipakai lagi namun masih berada dalam wilayah proyek.

Mereka sebagai karyawan kontrak leluasa masuk ke kantor dan merencanakan aksinya bersama-sama.

"Saat keadaan lengang mereka lancarkan aksinya," kata Joko.

Aksi mereka tidak berapa lama kemudian tercium. Kepala Logistik kantor tersebut melakukan pengecekan terhadap barang-barang di gudang.

Saat melihat ke arah pojok, ia menyadari bahwa ada sesuatu yang hilang. Setelah ditelusuri besi trackling sudah tidak berada di tempatnya.

"Korban melapor ke Polsek Manggar. Lalu Unit Reskrim Polsek Manggar melakukan penyelidikan hingga menemukan tiga karyawan dan satu orang penadah besi rongsok Sunanto (33) yang terlibat dalam pencurian ini," jelas Joko.

Atas kejadian ini korban merugi lebih kurang Rp 10 juta. Saat ini keempat tersangka sudah ditahan di Polsek Manggar untuk menjalani proses sidik.

Barang bukti yang diamankan petugas yakni satu sisi rantai besi tracklink excavator, satu unit gerobak besi warna biru, dan satu unit sepeda motor tanpa nomor polisi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya mereka akan diancam penjara selama maksimal tujuh tahun karena melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan dan penadahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 ayat (1) ke-4 dan Pasal 480 ayat 1 KUHPidana.

(Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved