Virus Corona di Bangka Belitung

Respons Warga terkait WNA Bangladesh di Belinyu : Seharusnya Ini Jadi Refleksi Bersama

Informasi keberadaan delapan WNA Banglades di Belinyu Bangka dan satu di antaranya diduga terjangkit virus Corona, memancing perhatian banyk pihak.

bangkapos.com/edwardi
Apel personel dan gelar peralatan di Posko Bersama Gugus Tugas covid-19 di Kantor BPBD Kabupaten Bangka. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Informasi terkait keberadaan delapan WNA Banglades di Kecamatan Belinyu Bangka dan satu di antaranya diduga terjangkit virus Corona, memancing perhatian berbagai kalangan masyarakat.

Berikut komentar warga dan juga pihak kepolisian di daerah ini, Minggu (22/3/2020).

"Yang pertama saran saya bahwa harusnya (keberadaan 8 WNA Banglades di Belinyu) terkonfirmasi ke pemerintah dan tim gugus tugas, asal-usul 8 WNA asal Banglades yang berada di Babel, termasuk seluruh interaksi mereka. Perlu juga dipastikan siapa pendamping mereka selama berkegiatan di Babel," kata Warga Sungailiat Bangka, Ratno Budi alias Udai (36) memberi pendapat terkait informasi delapan WNA Banglades di Belinyu, satu di antaranya demam tinggi.

Apalagi lanjut Udai, pemerintah pusat sudah menginteruksikan agar semua kegiatan yang melibatkan massa atau orang dalam jumlah banyak di suatu tempat, agar dihentikan.

"Sehingga seharusnya ini menjadi refleksi bersama. Di tengah kondisi dan ancaman Covid-19 (Corona) ini kita berharap agar saling mendukung upaya semua pihak agar Babel bisa terhindar dari invasi virus asal China ini," kata aktivis yang pernah menjabat sebagai Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Provinsi Babel, periode 2015-2019 ini begitu optimis.

Sementara itu katanya, publik juga harus memahami bahwa self defense unit atau unit pertahanan diri sesungguhnya ada di lingkungan terkecil, yakni beraktivitas di rumah ataupun outdoor di tengah situasi yang mengancam ini.

"Semoga bangsa kita bisa terhindar dari wabah ini," harap Udai.

Sedangkan menyangkut keberadaan delapan WNA Banglades yang dimaksud, Udai sangat menyesalkan jika seandainya tidak termonitor oleh pihak terkait, sebelumnya.

Menurut Udai, perlu pencegahan awal agar hal-hal seperti ini tidak terulang dan semua upaya kewaspadaan perlu dilakukan secara bersama-sama.

"Bukan urusan polisi kalau soal WNA, tapi imigrasi. Hanya saja intelejen kepolisian seharusnya lebih progresf, lebih awal sebelum tindakan hukum dari pihak imigrasi," kata Udai berbagi saran ketika dikonfirmasi Bangka Pos, siang ini, Mingu (22/3/2020).

Halaman
1234
Penulis: ferylaskari
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved