WIKI BANGKA

Minuman Toga Produksi Merawang Berkhasiat untuk Kesehatan Hingga Perawatan Wajah

Jenis-jenis tanaman obat keluarga (Toga) seperti jahe merah, kencur, kunyit ternyata banyak memberikan manfaat dan khasiat bagi kesehatan

Bangkapos.com/Edwardi
Syafiq menunjukkan minuman toga sachet instan produksinya. 

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Jenis-jenis tanaman obat keluarga (Toga) seperti jahe merah, kencur, kunyit ternyata banyak memberikan manfaat dan khasiat bagi kesehatan tubuh manusia karena meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan berbagai penyakit.

Pasalnya bumbu dapur yang hampir setiap hari digunakan para ibu rumah tangga ini mengandung zat curcuma, apalagi saat ini dipercaya bisa mencegah penularan wabah Covid-19.

Saat ini warga di Kabupaten Bangka sudah bisa menikmati minuman toga tradisional jahe merah, kencur, kunyit ataupun campuran ketiga toga ini dalam bentuk minuman, karena sudah dikemas dalam sachet instan yang diproduksi UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) Desa Baturusa dan Desa Kimak Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka.

Syafiq, pendamping/pembina UMKM desa di Kecamatan Merawang mengatakan usaha pembuatan minuman toga tradisional ini sudah digeluti sejak tahun 2017 yang lalu.

"Awalnya kami mulai dengan berkebun jahe merah, kunyit, kencur dan tanaman toga lainnya pada tahun 2017, kemudian tahun 2018 kami mulai mencoba mengolah tanaman toga ini menjadi minuman dalam kemasan sachet instan yang sudah lengkap dengan gula dan campuran lainnya sehingga lebih enak bila diseduh menjadi minuman," jelas  Syafiq yang ikut mempromosikan produknya, saat atraksi pembuatan hand sanitizer dan launching webside Deteksi Dini Mandiri Covid-19 di Teras Nusantara Hutan Kota Sungailiat, Senin (23/03/2020).

Produk minuman toga buatan Kecamatan Merawang
Produk minuman toga buatan Kecamatan Merawang (Bangkapos.com/Edwardi)

Diakuinya untuk pemasaran produk minuman toga ini tidak terlalu sulit, yakni dari mulut ke mulut, melalui penjualan online, bahkan ada yang keluarga yang tinggal di luar daerah sering minta dikirimkan secara rutin dan juga ikut memasarkannya.

"Harga satu bungkus sachet minuman toga ini Rp 8.000 per sachet isi 20 gr untuk satu gelas minuman siap seduh cukup dengan air panas," jelas Syafiq.

Diakuinya ilmu cara mengolah toga ini menjadi minuman tradisional dalam sachet didapatkannya saat masih sekolah di SMK, dimana ada mata pelajaran mengolah berbagai produk hasil pertanian.

"Kebetulan saat ini saya juga menjadi pendamping desa sehingga ilmu ini ditetapkan untuk membantu dan mengajarkan kepada para ibu-ibu pelaku UMKM di Desa Kimak dan Baturusa Kecamatan Merawang," ungkap Syafiq.

Diakuinya, kalau di desa-desa itu rata-rata para pemilik kebun menanamkan tanaman toga, seperti jahe merah, kunyit, kencur, sereh dan lain-lainnya, sehingga untuk menambah atau meningkatkan nilai produk ini maka diajarkan cara mengolahnya menjadi minuman toga instan ini.

Halaman
12
Penulis: edwardi
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved