Derita Karyawan di Tengah Corona, Harus Berdesakan di KRL demi Tiba di Kantor

Tidak semua pekerja bisa bekerja dari rumah atau working from home (WFH). Kendati pemerintah meminta warga untuk melakukan social distancing.

Derita Karyawan di Tengah Corona, Harus Berdesakan di KRL demi Tiba di Kantor
Warta Kota/Alex Suban
Para penumpang menggunakan masker kesehatan saat menumpang KRL Commuterline rute Serpong-Tanah Abang di Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2020). Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta memaparkan secara internal potensi risiko kontaminasi terbesar virus corona atau Covid-19 terjadi di dalam KRL, terutama rute Bogor-Jakarta Kota. 

BANGKAPOS.COM--Tidak semua pekerja bisa  bekerja dari rumah atau working from home (WFH). Kendati pemerintah meminta warga untuk melakukan social distancing.

Bahkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menetapkan status tanggap darurat di Jakarta pada Jumat (20/03) sampai 2 April 2020 untuk menghambat penyebaran virus corona.

Namun  masih ada pegawai-pegawai yang harus bekerja menggunakan moda transportasi publik dan tidak dapat menjaga jarak aman alias social distancing sesuai anjuran pemerintah.

Mereka harus bekerja keluar rumah bahkan berdesakan di sarana transportasi agar bisa sampai ke tempat kerja.

Diantaranya Amora Lunata, karyawan swasta sebuah bank di Jakarta pusat yang  masih harus bekerja ke kantor.

Pelatih Anthony Ginting dan Jonatan Christie Jadi PDP Virus Corona Sepulang dari All England

Ia tidak bisa bekerja dari rumah atau working from home (WFH) mengingat bank tetap melayani nasabah.

Pada Senin (23/03) pagi, Amora menggunakan commuter line (KRL) dari rumahnya di Bogor ke kantornya di bilangan Menteng.

Ia memutuskan berangkat lebih awal lantaran jam operasional KRL sendiri berubah, dari yang biasanya beroperasi pukul 04.00-24.00 diganti menjadi pukul 06.00-20.00 WIB.

"Aku memutuskan jam 05.30 tiba di stasiun [KRL] Bogor karena kereta baru mulai jam 06.00, ternyata sudah banyak orang di stasiun Bogor. Aku naik kereta ke Angke pukul 05.52," kata Amora kepada wartawan BBC Indonesia, Resty Woro Yuniar.

"Kondisi kereta sudah penuh, full, sudah banyak yang berdiri. Di peron sudah banyak banget orang. Aku pikir, ketika pemeriksaan suhu tubuh di luar stasiun, stasiun tidak terlalu ramai. Tapi pas di peron orang sudah banyak banget di sana," tuturnya.

Halaman
1234
Editor: nurhayati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved