Rabu, 13 Mei 2026

Virus Corona

Kini Bisa Cek COVID-19 Sendiri di Rumah Lewat Layanan Baru Halodoc dan Gojek Ini

Gojek dan Halodoc berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam membantu penanganan COVID-19 di Indonesia.

Tayang:
Editor: Teddy Malaka
kontan.co.id
Aplikasi Halodoc 

BANGKAPOS.COM - Gojek dan Halodoc berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam membantu penanganan COVID-19 di Indonesia.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU yang dilakukan bersamaan dengan Grab dan GoodDoctor, Senin (23/3).

Bentuk kolaborasinya ialah berupa layanan baru yang bisa diakses pada aplikasi Halodoc ataupun Gojek dengan nama 'Check COVID-19'.

Hal ini pun didukung oleh pemerintah, dengan alasan pemerintah membutuhkan bantuan swasta untuk mengatasi pandemi yang terjadi.

"Solusi telemedicine yang ditawarkan sangat membantu sistem kesehatan Indonesia dalam menyaring pasien dengan risiko COVID-19," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI, drg. Oscar Primadi, MPH.

Check COVID-19 pada layanan Halodoc berguna untuk pengguna yang ingin melakukan pemeriksaan awal atau pemeriksaan sendiri dari rumah.

Contohnya bagi pengguna yang mengalami beberapa gejala bisa menggunakan fitur tersebut yang akan berhubungan langsung dengan dokter dari Halodoc.

Jika gejala sudah terdeteksi, dokter akan menyarankan pengguna untuk mengisolasikan diri terlebih dahulu dan diberikan obat yang akan dikirimkan oleh driver Gojek.

Upaya penanganan dengan Halodoc ini dikatakan untuk meminimalisir penyebaran penyakit COVID-19 di Indonesia.

Lalu bagaimana cara mengakses fitur Check COVID-19 di aplikasi Gojek dan Halodoc?

Untuk aplikasi Gojek terdapat shuffle card Check COVID-19 yang bisa diklik dan langsung diarahkan ke aplikasi Halodoc.

Jika melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa menemukan menu Check COVID-19 secara mudah pada halaman utama.

Ketika mengklik menu, pengguna akan menunggu beberapa detik sebelum dialihkan ke halaman percakapan.

Halodoc pada halaman percakapan ini akan menanyakan beberapa gejala yang bisa dijawab pengguna iya, tidak, atau memberikan jawaban sendiri.

Setelah itu Halodoc akan memberikan hasilnya dengan kategori resiko rendah, sedang dan tinggi.

Jika mendapat resiko tinggi, kamu akan diberikan link untuk chat atau berkonsultasi dengan dokter yang ada di Halodoc.

Berkonsultasi dengan dokter di Halodoc gratis hanya di kategori COVID-19.

Jika hasil verifikasi gejala termasuk kedalam kategori sedang atau rendah, dokter akan menyarankan pengguna untuk karantina di rumah dan akan diberikan resep obat yang dikirimkan langsung oleh driver Gojek.

Namun bila hasilnya masuk ke kategori tinggi, dokter akan menyarankan pengguna untuk pergi ke rumah sakit terdekat.

Diketahui Gojek mengklaim dirinya menjadi aplikasi on-demand pertama di Indonesia yang meluncurkan skema bantuan pendapatan untuk mitra driver yang positif terkena COVID-19. 

Selain itu, Gojek juga akan mempermudah mobilisasi tenaga medis dari dan ke rumah sakit maupun pusat tes kesehatan melalui voucher diskon GoRide dan GoCar.

Penawaran tersebut sebagai bentuk apresiasi kepada tenaga medis yang bekerja tanpa mengenal lelah membantu masyarakat di tengah COVID-19.

Pihak Gojek pun mengatakan pada konferensi pers bersama Kemenkominfo, (23/3), mengatakan layanan telemedicine trafiknya begitu meningkat sehingga layanan tersebut bisa dikatakan berhasil diadaptasi dengan baik di Indonesia.

(*)

Artikel ini telah tayang di Nextren.grid.id

Sumber: Grid.ID
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved