Berita Pangkalpinang

Sidang Mantan Sekwan Latip Pribadi, Saksi: Saya Sampaikan Permasalahan, Tapi Bapak Hanya Diam

Sidang kali ini beragendakan mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Suasana persidangan terdakwa Latif Pribadi di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Selasa (24/31/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Mantan Sekretaris Dewan DPRD Kota Pangkalpinang, Latip Pribadi kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pangkalpinang, Selasa (24/03/2020).

Sidang kali ini beragendakan mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum.

Terdapat tiga saksi yang hadir di hadapan persidangan, yaitu Bagja Tito selaku PPTK, Dedi Ristianto sebagai PPK dan Rima Melati sebagai notulen.

Dalam keterangannya, saksi Bagja Tito sebagai PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan), mengatakan terdapat tiga komisi yang melakukan perjalanan dinas.

"Kegiatan saya tahu rapat-rapat komisi 1 ada dua tempat yang dituju, kemudian komisi 2 ke Kemenpora, Komisi 3 ke DPRD DKI Jakarta. Tahapannya itu ada Banmus lalu menentukan perjalanan dinas, lalu rapat internal membahas tempat yang dituju dan isi materinya," ujar Tito.

Lebih lanjut dalam keterangannya, Tito mengatakan tak mengatahui perjalanan dinas tak sesuai dengan kuitansi yang tanda tanganinya.

"Setelah mereka balik, biasanya berkas diverifikasi lalu diberikan ke saya untuk kelengkapan berkas. Lalu kalau kelengkapan saya berikan kwitansi, lalu tugas saya selesai sebagai PPTK. Saya tidak tahu kuitansi yang ditandatangani tidak ada kesesuaian perjalanan dinas, saya tidak tahu tentang pencairan. Saya tahu dari penyidik, saya meyakini kegiatan ini sudah dilakukan dari cap dan pejabat yang mendatangani," jelasnya.

Seusai mendengarkan keterangan saksi Tito, saksi lain yaitu Dedi Ristianto sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), mengatakan sempat melakukan komunikasi dengan Latip Pribadi sebelum ditetapkan sebagai terdakwa.

"Setelah mereka pulang dari perjalanan dinas, saya tahu ada pemanggilan dari kejaksaan. Dari informasi itu ada kegiatan yang tidak dilakukan. Saya menghadap ke Pak Latip, menyampaikan dokumen yang ditanda tangani ada permasalahan tapi respons Pak Latip saat itu hanya diam saja," ungkap Dedi kepada majelis hakim.

Latif Pribadi menjadi terdakwa pada kasus dugaan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif ini.

Selain itu Kejari Kota Pangkalpinang juga telah menyita uang sebesar Rp158 juta terkait dengan kasus yang melibatkan mantan Sekwan DPRD Kota Pangkalpinang ini .

Seusai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim yang dipimpin oleh Rendra Yozar menutup dan akan melanjutkan persidangan pada Selasa (31/03/2020). (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved