Heboh Penemuan Mayat

Hasil Visum Mayat Dimas di Samping Gudang Sembako Tak Ada Tanda Kekerasan, Keluarga Tolak Autopsi

Suryadi bersedia membuat surat pernyataan tak akan membuat laporan polisi dan menerima kematian anaknya secara wajar

bangkapos.com/Yuranda
Sesosok mayat ditemukan di tanah kosong samping gudang Gudang Sembako Akin Garu, Air Mawar, Bukit intan, Pangkalpinang, Rabu (25/3/2020) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Mayat Dimas Putra Septama (16) ditemukan di lapang kosong samping Gudang Sembako Akin Garu Kelurahan Air Mawar Kecamatan Bukitintan Kota Pangkalpinang, Rabu (25/3/2020) siang.

Ia merupakan remaja berumur 16 tahun, pekerja buruh harian beralamat Jalan Nilam V RT 012 RW 002 Kelurahan Bacang Kecamatan Bukitintan Kota Pangkalpinang.

Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Jadiman Sihotang mengatakan menurut keterangan Ayah kandung Dimas, Suryadi (57) terakhir kali melihat anakanya pada Selasa 25 Maret 2020 pukul 00.15 Wib ada di dalam rumah.

Namun sekira pukul 02.00 wib, Suryadi melihat anaknya tak ada lagi di rumah. Setelah itu ia langsung mencari korban di rumah teman korban yang bernama Ateng (16) seorang pelajar.

"Pada saat itu ayah Dimas, tidak melihat Dimas di sana akan tetapi ayahnya melihat teman-temannya sedang berkumpul di sana," kata Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Jadiman Sihotang, Rabu (25/3/2020) sore.

Aparat kepolisian melakukan olah TKP penemuan mayat di samping gedung Gudang Sembako, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, Rabu (25/3/2020).
Aparat kepolisian melakukan olah TKP penemuan mayat di samping gedung Gudang Sembako, Kecamatan Bukit Intan, Pangkalpinang, Rabu (25/3/2020). ((Bangkapos/Yuranda))

Kemudian lanjutan Jadiman, Rabu (25/3/2020) sekira pukul 13.30 wib, hari ini, Ayahnya mendapat kabar dari masyarakat bahwa Dimas sudah meninggal dunia di dekat lapang kosong di sebelah Gudang Sembako Jalan Stasiun Air Mawar, Bukitintan Kota Pangkalpinang.

"Kemudian Ayahnya langsung menuju ke Rumah Sakit Umum Depati Hamzah dan setelah di cek bahwa benar jenazah tersebut merupakan anak kandungnya sendiri," ungkap Jadiman.

Selanjutnya Suryadi bersedia membuat surat pernyataan tak akan membuat laporan polisi dan membuat surat pernyataan bahwa dirinya menerima kematian anaknya secara wajar dan menolak dilakukan autopsi.

Kakak kandung dari Dimas, Satria (29) merupakan anggota Sat Pol PP mengatakan terakhir melihat adiknya, Selasa 24 maret 2020 pukul 19.30 wib.

Pada saat itu adiknya sedang mandi di rumah, kebiasaan sehari-hari pergi ke tempat pelelangan ikan (TPI) untuk bekerja.

Halaman
1234
Penulis: Yuranda
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved