Virus Corona di Bangka Belitung

Penanganan Covid-19, Pemprov Bangka Belitung Anggarkan Rp 22 Miliar hingga Upaya Tangkal Berita Hoax

Pemprov Bangka Belitung mempersiapkan anggaran sebesar Rp 22 Milyar lebih untuk penanganan, pencegahan dan antisipasi penyebaran Covid-19.

bangkapos.con/Riki Pratama
Tim Gugus Tugas Penanganan Pencegahan dan Antisipasi Penyebaran Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan Press Conference, pada Rabu (25/3/2020) sore. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemprov Bangka Belitung mempersiapkan anggaran sebesar Rp 22 Miliar lebih untuk penanganan, pencegahan dan antisipasi penyebaran Covid-19

Anggaran ini dipergunakan untuk ruang isolasi di rumah sakit, alat medis, tenaga medis dan persiapan lainnya.

"Kita terus melakukan penambahan ruang isolasi seperti di RS Depati Hamzah. Dalam satu minggu menjadi delapan. Dalam dua minggu lagi nanti menjadi 14, artinya meningkatkan kapasitas rumah sakit rujukan mampu untuk menangani Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Atau pun bila ada positif, termasuk fasilitas, dan tenaga medisnya telah disiapkan,"ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung Mulyono saat Press Conference, Rabu (25/3/2020) sore.

Mulyono menjelaskan kembali terkait rumah sakit rujukan yang direkomendasikan Kemenkes, yaitu RS Marsidi Belitung memiliki ruangan untuk bertekanan negatif. Ruang isolasi tekanan negatif sudah siap dua dan non tekanan negatif 22 ruangan. Dalam perjalanan waktu akan menambah ruang dengan tekanan negatif sekitar 10 ruangan.

"Termasuk untuk tenaga kalau ini full semua terisi. Masih penambahan tenaga dokter spesialis, perawat, satu shift empat jam. Paling tidak 50 perawat menangani seluruh untuk full time,"lanjutnya.

Selain itu rumah sakit di Kabupaten lainnya juga diperintahkan untuk mempersiapkan ruang isolasi antisipasi penyebaran Covid-19.

"Dari kesiapan Provinsi untuk insentif tenaga medis yang menangani pasien PDP atau nanti ada positif akan mendapat insentif per bulan berkisar antara Rp 5 sampai Rp 15 juta. Ini dilakukan sesuai arahan Presiden,"ujarnya.

Selain itu Mulyono juga memaparkan terkait kondisi fasilitas medis yang masih kurang seperti Alat Pelindung Diri (APD), Thermogun serta Virus Tranfer Media (VTM) untuk mengirim sampel pasien ke Laboratorium.

"Juga bahan lainnya yang digunakan seperti cairan disinfektan. Selain itu Gubernur memerintahkan untuk membeli rapid tes bila sudah ada izin edar akan di drop dari pusat. Bahwa kami merencanakan ini berdasarkan rapat dihadiri oleh seluruh kepala dinas dan setelah itu menjadi bahan dasar untuk kebutuhan dari rumah sakit,"lanjutnya.

Selain itu dia menungkapkan terkait stok masker saat ini bertambah menjadi 1000 masker berada di Dinkes Bangka Belitung. Bantuan APD sebanyak 50 set untuk dua rumah sakit rujukan di Belitung dan Pangkalpinang.

Halaman
12
Penulis: Riki Pratama
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved