Virus Corona di Bangka Belitung

Keterbatasan Stok, Tak Semua Warga di Pulau Bangka Status ODP Diambil Sampel Swab

Hanya saja untuk mereka yang benar-benar pernah kontak erat dengan yang terkonfirmasi positif Covid-19, diambil swab menggunakan VTM

Keterbatasan Stok, Tak Semua Warga di Pulau Bangka Status ODP Diambil Sampel Swab
Diskominfo Babel
Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Babel Launching Media Centre 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kabupaten Belitung sudah melakukan pemeriksaan dengan mengambil setiap sampel swab melalui Virus Tranfer Media (VTM).

Bukan hanya berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP), tetapi warga yang bersatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) juga dilakukan pemeriksaan.

Sementara di pulau Bangka, ternyata tidak semua pasien dengan status ODP dilakukan pengambilan swab menggunakan VTM.

Hal ini tidak dilakukan karena keterbatasan stok Virus Tranfer Media (VTM).

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Astrid, mengatakan, sesuai pedoman Orang Dalam Pemantauan harus diperiksa, tetapi karena keterbatasan media VTM, sehingga tidak semuanya bisa dilakukan.

Hanya saja untuk mereka yang benar-benar pernah kontak erat dengan yang terkonfirmasi positif Covid-19, diambil swab menggunakan VTM.

"Semua pedoman ODP itu harus diperiksa, tetapi keterbatasan media VTM, yang ada di Laboratorium Dinkes, kami terbatas stoknya posisinya sekarang hanya 10 buah itu untuk mengkaper Kabupaten yang ada di Bangka ini,"jelas Astrid kepada wartawan, di Posko Gugus Tugas, Kamis (26/3/2020).

Astrid mengatakan yang menjadi prioritas dilakukan pemeriksaan swab dengan menggunakan VTM untuk mereka yang menjadi prioritas kontak langsung dengan penderita positif Covid-19.

"Sampai ada stok yang banyak, diperiksa PDP, dan ODP yang kontak erat dengan terkonfirmasi posifit itu prioritaskan, untuk Belitung mereka berusaha sendiri dengan hanya dua Kabupaten, sementara di Provinsi lima kabupaten/kota stok hanya 10, dek-dekan juga,"katanya.

Dia menambahkan dengan nantinya disahkanya anggaran penambahan Covid-19 oleh Banggar DPRD Babel, diharapkan bisa mampu menyediakan VTM lebih banyak lagi.

"Anggaran Covid telah masuk ke Banggar hari ini ketuk palu di DPRD, dan sudah bisa kita pesan langsung untuk di proses, karena harga satu kotak bisa Rp 8 jutaan di luar PPN sama ongkos kirim, dan satu boks isi 40. Sementara untuk alat Rapid tes belum kita belum menerima, informasi itu di prioritaskan untuk zona merah terutama mereka tenaga medis, dam pasien dengan pengawasan,"katanya. (Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Hendra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved