Liga Champions

Malam Terbesar La Dea yang Menjadi Bom Biologis Virus Corona di Italia

Sebuah "bom biologis" yang bergulir hanya dua hari sebelum kasus Covid-19 lokal terkonfirmasi.

AFP/MIGUEL MEDINA
Para pemain Atalanta merayakan gol ke gawang Valencia pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Stadion San Siro, Milan, pada 19 Februari 2020. Partai ini diyakini menjadi akselerator awal penyebaran virus corona di Italia. 

BANGKAPOS.COM - Malam terbesar Atalanta di Liga Champions kini dilihat sebagai salah satu penyebab utama penyebaran pandemi virus corona di Italia.

Sebuah "bom biologis" yang bergulir hanya dua hari sebelum kasus Covid-19 lokal terkonfirmasi.

Wali Kota Bergamo, Giorgio Gori, mengutarakan bahwa pihaknya tak tahu bahwa virus corona sudah sampai ke Italia pada saat laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions tersebut dimainkan pada 20 Februari 2020.

Sebanyak 40.000 lebih warga Bergamo datang ke Milan demi menyaksikan pertandingan bersejarah Atalanta itu di Stadion San Siro

La Dea, julukan Atalanta, memang diharuskan main di stadion milik kedua klub Milan tersebut karena stadion mereka sendiri tak memenuhi syarat dari UEFA.

"Sayang sekali, kami tak mungkin bisa tahu. Tak ada yang tahu virus tersebut sudah berada di sini," tutur sang wali kota seperti dikutip dari Associated Press.

"Ini tak terhindarkan".

Kurang dari seminggu setelah partai bersejarah tersebut, kasus-kasus pertama Covid-19 terdeteksi di Bergamo.

Pada waktu yang sama, seorang jurnalis dari Valencia yang meliput laga tersebut menjadi orang kedua yang terkonfirmasi positif virus corona di region tersebut.

Bek Valencia, Ezequiel Garay, menjadi pemain Liga Spanyol pertama yang positif terpapar virus corona.

Halaman
123
Editor: suhendri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved