Virus Corona

Apa Maksud Relaksasi dan Kelonggaran Kredit yang Diberikan Jokowi? Bagaimana dengan Cicilanmu

Apa Maksud Relaksasi dan Kelonggaran Kredit yang Diberikan Jokowi? Bagaimana dengan Cicilanmu

Tangkap Layar Youtube/KompasTV
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan larangan kepada setiap Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melakukan lockdown daerahnya. Jokowi sudah mengkalkulasikan semua kemungkinan, termasuk dampak terburuknya.yang diakibatkan oleh pandemi Virus Corona di Indonesia. 

BANGKAPOS.COM - Presiden Jokowi menerbitkan kebijakan untuk membantu warga yang kesulitan ekonomi karena wabah Virus Corona Covid-19. Apa saja kebijakan yang diambil Presiden Jokowi?

Melalui akun Instagram miliknya, Presdien Jokowi mengatakan dirinya sudah membahas kondisi ekonomi dengan Otoritas Jasa Keuangan.

"Saya telah mendengar adanya keluhan dari usaha-usaha mikro dan usaha kecil mengenai kesulitan yang mereka hadapi sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Kemarin, hal ini telah saya bahas dengan Otoritas Jasa Keuangan," kata Presiden Jokowi.

Hasil peremuan itu memberi kesimpulan jika OJK akan memberikan kelonggaran berupa relaksasi kredit bagi usaha mikro dan usaha kecil, untuk nilai kredit di bawah Rp10 miliar, baik kredit yang diberikan oleh perbankan maupun industri keuangan nonbank.

Terhadap nasabah usaha mikro dan usaha kecil akan diberikan penundaan cicilan sampai satu tahun dan juga penurunan bunga.

"Begitu juga terhadap tukang ojek dan sopir taksi yang mengambil kredit sepeda motor atau mobil, serta nelayan yang sedang memiliki kredit perahu. Mereka tidak perlu khawatir dengan angsuran, karena telah diberi kelonggaran berupa relaksasi pembayaran bunga dan angsuran selama satu tahun.," kata Presiden Jokowi.

Pada postingan lainnya, Presiden Jokowi mengakui penyebaran Covid-19 telah benar-benar memperlambat perekonomian dunia, termasuk negara kita, Indonesia. 186 negara telah terpapar virus korona.

Ia mengatakan pemerintah terus bekerja keras untuk mengantisipasi hal ini, untuk mempertahankan daya beli masyarakat, mengurangi risiko PHK (pemutusan hubungan kerja), dan mempertahankan produktivitas ekonomi, produktivitas masyarakat di seluruh wilayah Tanah Air, Indonesia.

Selain berbagai bentuk bantuan dan relaksasi kredit bagi usaha mikro dan usaha kecil, dan sebagainya, pemerintah juga memberikan dua stimulus kepada masyarakat berpenghasilan rendah yang sedang melakukan kredit kepemilikan rumah bersubsidi.

"Dua stimulus itu berupa pemberian subsidi selisih bunga selama 10 tahun jika bunga kreditnya di atas lima persen, dan subsidi bantuan uang muka bagi yang akan mengambil kredit rumah bersubsidi," katanya.

Halaman
12
Penulis: Teddy M (tea)
Editor: teddymalaka
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved