PDP Corona Bangka Selatan Meninggal

RS Siloam Bateng Benarkan Sempat Tangani Satu PDP yang Meninggal Dunia, Dievakuasi Sesuai Protap

"Pengambilan sampelnya belum sempat dilakukan, jadi tidak bisa dipastikan corona atau tidak. Sejauh ini kondisinya karena ada masalah dengan paru-paru

Bangkapos.com/Cici Nasya Nita
Direktur Medis Siloam Hospital Bangka Tengah, dr Erna Susanti (kiri) didampingi Business Development Division Head RS Siloam Bangka Tengah, Yohan Gusanto saat klarifikasi kepada para awak media. 

RS Siloam Bangka Tengah Benarkan Sempat Tangani Satu PDP yang Meninggal Dunia, Dievakuasi Sesuai Protap

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Satu pasien dalam pengawasan (PDP) dikabarkan meninggal di Rumah Sakit Siloam Bangka Tengah.

Business Development Division Head RS Siloam Bangka Tengah, Yohan Gusanto membenarkan hal tersebut.

"Iya, jenazah sudah dimasukan ke peti dan sekarang dibawa oleh keluarga. Prosedur sudah kami lakukan sesuai dengan protap dari Kemenkes dan sudah dilakukan koordinasi dengan dinkes dan keluarga," ungkap Yohan saat dikonfirmasi Bangkapos.com, Jumat (27/3/2020).

Diakuinya, pasien diisolasi di area yang telah disediakan di luar gedung rumah sakit.

Pasien ini masuk sejak Kamis (26/3/2020) kemarin siang.

"Pengambilan sampelnya belum sempat dilakukan, jadi tidak bisa dipastikan corona atau tidak. Sejauh ini kondisinya karena adanya masalah dengan paru-paru pasien," jelasnya.

Yohan menambahkan pasien datang sendiri ke Unit Gawat Darurat (UGD) dengan adanya keluhan kesehatan.

Penjelasan Kadinkes Bangka Selatan 

Satu Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Kabupaten Bangka Selatan yang sebelumnya dirawat di sebuah rumah sakit swasta di Kabupaten Bangka Tengah dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Bangka Selatan, Supriyadi menyebutkan pasien meninggal dalam usia 72 tahun.

Kendati demikian, Supriyadi belum dapat memastikan apakah PDP ini tutup usia dikarenakan Corona Virus Disease (Covid-19) atau karena penyakit lain.

"Kami belum dapat membenarkan apakah pasien ini meninggal karena Covid-19 atau bukan karena memang hasil laboratorium belum keluar dari Jakarta," ujar Supriyadi pada Jumat, (27/3/2020).

Supriyadi melanjutkan hasil laboratorium terhadap PDP akan diketahui sekitar 4-5 hari mendatang.

"Kita berharap agar meninggalnya PDP ini tidak berhubungan dengan Covid-19," imbuhnya. (Bangkapos.com/Jhoni Kurniawan/ Cici Nasya Nita)

Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved