Virus Corona di Bangka Belitung

Menikah saat Wabah Covid-19, Pengantin Belitung Wajib Penuhi Berbagai Syarat, Termasuk Pakai Masker

Kantor Kementerian Agama wilayah Kabupaten Belitung menerapkan aturan bagi masyarakat yang terlibat dalam acara akad nikah saat wabah virus corona

Istimewa
Prosesi akad nikah menggunakan masker dan sarung tangan sebagai upaya pencegahan Covid-19 yang dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung, Minggu (22/3/2020) yang lalu 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kantor Kementerian Agama wilayah Kabupaten Belitung menerapkan aturan bagi masyarakat yang terlibat dalam acara akad nikah saat wabah virus corona atau covid-19

Di antaranya wajib memakai masker dan sarung tangan sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona (covid-19) di Pulau Belitung.

Hal ini diterapkan menindaklanjuti Surat Edaran Direktur Jendral Bimas Islam tentang imbauan dan pelaksanaan protokol penanganan COVID-9 pada area publik di lingkungan Dirjen Bimas Islam.

Pemberlakuan aturan ini terhitung sejak Kamis (19/3/2020) yang lalu sampai batas waktu yang tak ditentukan.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belitung Masdar Nawawi menjelaskan penerapan aturan dijalankan pada saat proses akad nikah.

Mulai dari petugas pencatatan nikah atau penghulu, wali nikah dan calon pengantin agar menggunakan sarung tangan dan masker pada saat ijab kabul.

Prosesi akad nikah menggunakan masker dan sarung tangan sebagai upaya pencegahan Covid-19 yang dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung, Minggu (22/3/2020) yang lalu
Prosesi akad nikah menggunakan masker dan sarung tangan sebagai upaya pencegahan Covid-19 yang dilaksanakan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung, Minggu (22/3/2020) yang lalu (Istimewa Kemenag Belitung)

Tak hanya itu Kementerian Agama juga membatasi jumlah orang yang mengikuti proses akad nikah dalam ruangan KUA hanya diperbolehkan sebanyak 10 orang.

Calon pengantin dan keluarga yang mengikuti proses akad nikah harus terlebih dahulu mencuci tangan menggunakan sabun atau cairan pembersih tangan serta memakai masker.

"Pemberlakuan ini juga sama untuk pelayanan akad nikah di luar KUA. Tempatnya harus tetap terbuka atau ruangan yang berventilasi sehat," kata Masdar Nawawi saat dihubungi posbelitung.co, Sabtu (28/3/2020).

Terhitung 26-31 Maret 2020 Kantor Kementerian Agama telah meniadakan semua layanan sementara waktu yang berpotensi menjalin kontak fisik serta menciptakan kerumunan.

Hal ini kata Masdar sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 4 Tahun 2020 dan Perubahan SE Menteri Agama RI Nomor 3 Tahun 2020.

Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di ruang lingkup Kantor Kemenag Kabupaten Belitung wajib bekerja dari rumah masing-masing.

Namun dalam keadaan mendesak para pegawai dapat diberikan penugasan ke kantor dengan izin atau perintah dari atasan dibuktikan dengan surat resmi.

"Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan keselamatan," pungkas Masdar Nawawi.

(posbelitung.co/Ferdi Aditiawan)

Penulis: Ferdi Aditiawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved