WIKI BANGKA

Begini Peralatan Standar Alat Pelindung Diri Bagi Tenaga Medis di Kabupaten Bangka

dr Yogi Yamani menjelaskan apa saja peralatan lengkap yang dimaksud dengan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para tenaga kesehatan (medis

Bangkapos.com/Edwardi
dr Yogi Yamani (kiri) saat jumpa pers bersama Jubir Pemkab Bangka, Boy Yandra dan Kadis Perhubungan Chairil Anwar di Posko Bersama Gugus Tugas Penanggulangan Wabah Covid-19 Kabupaten Bangka, Jumat (27/03/2020). edw 

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Bahrin Sungailiat Kabupaten Bangka, dr Yogi Yamani menjelaskan apa saja peralatan lengkap yang dimaksud dengan  Alat Pelindung Diri (APD) bagi para tenaga kesehatan (medis) yang merupakan garis depan penanganan para pasien diduga terpapar wabah Covid-19.

"Jadi APD itu terdiri dari berbagai macam peralatan, yakni kap kepala, helm berkaca, masker ada dua jenis yakni masker bedah dan masker N95 sedangkan untuk merawat pasien PDP wabah Covid-19 maka harus menggunakan masker N95, ada lagi kacamata pelindung, baju Hazard ( seperti astronot), cover shoes (pembungkus sepatu), sepatu bot, sarung tangan ada jenis karet tipis dan karet tebal,"  jelas ogi saat jumpa pers baru-baru ini di Posko Bersama Gugus Tugas Siaga Darurat Bencana Wabah Covid-19 Kabupaten Bangka.

Menurutnya, dari beberapa peralatan APD ini ada beberapa peralatan yang tidak boleh digunakan berulang atau hanya satu kali pakai, yakni baju hazmat, di mana setelah petugas kesehatan keluar dari kamar pasien PDP maka baju tersebut harus segera dibuka dan dimasukkan dalam tempat yang sudah disiapkan.

"Baju hazmat  ini tidak boleh digunakan untuk memeriksa pasien lainnya, karena bila ternyata pasien itu hasil lab nya negatif namun kita menggunakan baju hazmat yang digunakan untuk memeriksa pasien positif sehingga pasien yang negatif tadi bisa tertular gara-gara ini," jelas Yogi.

Petugas mengenakan masker dan hazmat suit sebelum melakukan evakuasi WNI yang tiba dari Wuhan di lokasi observasi Hangar Lanud Raden Sajad, Natuna, Kepri, Minggu (2/2/2020). WNI yang sebelumnya transit terlebih dahulu di Batam tersebut dievakuasi dari Wuhan, China, akibat merebaknya wabah Virus Corona. TRIBUNNEWS/PUSPEN TNI/LETNAN KUNCORO
Petugas mengenakan masker dan hazmat 

Dilanjutkannya, peralatan APD lainnya yang tidak bisa digunakan berulang lainnya, yakni masker. Sedangkan peralatan APD yang masih bisa dilakukan steril ulang yakni kacamata, helm berkaca, sarung tangan karet yang tebal (kalau yang tipis hanya sekali pakai),  dan sepatu bot.

"Yang menjadi persoalan saat ini yang susah mencarinya adalah baju hazmat ini, tetapi saat ini kita masih memiliki 61 buah baju, namun dalam waktu dekat segera datang baju hazmat lainnya yang sudah dipesankan, kalau sudah masuk maka akan punya stok cukup banyaklah sehingga bisa menangani dan merawat pasien lebih banyak lagi," ungkap Yogi.

Pemkab Bangka juga sudah menerima bantuan sebanyak 155 set baju APD bagi tenaga kesehatan dari BPBD Provinsi Babel yang diserahkan ke Bupati Bangka Mulkan di rumah dinasnya, Jumat (27/03/2020) sore.

Sementara Jubir Pemkab Bangka untuk penanganan wabah Covid-19, Boy Yandra menambahkan untuk pengadaan masker oleh Pemkab Bangka melalui Dinas Kesehatan ada sekitar 20.000-an, untuk baju APD ada 850 set.

Bagi warga Kabupaten Bangka yang baru pulang dari luar Babel untuk segera melapor data-data lengkapnya ke link ini http://covid19.bangka.go.id/form_deteksi

"Jika sudah mengisi link tersebut, segera untuk melapor ke surveilens atau dokter puskesmas atau rumah sakit yang sudah dibentuk Pemkab Bangka, apalagi jika ada keluhan-keluhan sakit," kata Boy Yandra, Minggu (29/03/2020). (Bangkapos.com/Edwardi)

 

Penulis: edwardi
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved