Penerbangan di Bangka Belitung Dibatasi

Mahasiswa Bangka Belitung di Yogyakarta Bingung, Berharap Bisa Pulang dan Kumpul dengan Keluarga

Kebijakan ini pun membuat mereka kebingungan karena tidak tahu apa yang harus mereka lakukan jika bandara dibatasi.

(bangkapos.com/Cici Nasya Nita)
Ilustrasi- Saat penumpang melewati ruang desinfeksi di Bandara Depati Amir Pangkalpinang 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sejumlah mahasiswa asal Bangka Belitung yang tengah menempuh pendidikan di Pulau Jawa mengaku sudah mendengar berita akan pembatasan penerbangan di Bangka Belitung.

Kebijakan ini pun membuat mereka kebingungan karena tidak tahu apa yang harus mereka lakukan jika bandara dibatasi.

Satu di antarnya disampaikan Puteri Hayati, mahasiswi asal Bangka Belitung yang saat ini sedang menempuh pendidikan S-1 di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta.

Puteri menuturkan, saat ia sedang menjalani masa isolasi mandiri.

Ia takut pulang ke Bangka lalu membawa virus yang dapat tertular.

"Dari kampus memang sudah mengimbau untuk mengisolasikan diri selama 14 hari sebelum pulang, jadi saat ini masa isolasi saya belum selesai, saya tidak mau pulang bawa virus yang dapat tertular ke banyak orang di Bangka," ujar Puteri kepada Bangkapos.com, Minggu (29/03/2020)

Kata dia, sebenarnya kondisi di Jogja sudah sedikit memprihatinkan.

Dirinya mangaku sudah susah mencari makan sebab banyak toko atau warung makan yang tutup.

"Di sini cari makan saja sudah susah, banyak toko atau warung makan yang sudah tidak buka lagi, kemarin hanya keluar ke toko untuk beli mie instan, telur, kornet, yang seperti itu saja, kalau untuk cari makanan yang lain sudah susah," tuturnya

Dia juga mengatakan, ingin segera pulang ke Bangka dan berkumpul bersama keluarga.

Halaman
1234
Penulis: Andini Dwi Hasanah
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved