PROFIL
Peduli Hidup Sehat, Ade Sofyan Itjitali Luncurkan Jamu Antivirus dari Aneka Rimpang-rimpangan
Karena tidak lulus mata kuliah anatomi, pada tahun 1995, semester 6, Ade harus Drop Out (D.O) meningalkan bangku fakultas kedokteran umum (FKU)
BANGKAPOS.COM--Banyak jalan menuju Roma, tidak berlebihan jika pepatah filosofis ini disematkan kepada seorang perempuan yang bernama Ade Sofyan Itjitali.
Karena tidak lulus mata kuliah anatomi, pada tahun 1995, semester 6, Ade harus Drop Out (D.O) meningalkan bangku fakultas kedokteran umum (FKU), Universitas Sriwijaya.
"Waktu itu bebannya sangat berat, udah mendapatkan subsidi harus D.O, apalagi saat itu beban moral sama orang tua," ujar Ade menceritakan pengalamannya kepada bangkapos.com, ketika masih belajar di kota pempek tersebut.
Dengan memikul beban moril, Ade tidak patah arang, Ia melanjutkan dan menyelesaikan kuliahnya mengambil jurusan Manajemen di Perguruan Tinggi Bangka (PERTIBA) pada Tahun 1997.
Tahun 1997, Ade mencoba peruntungan ke Ibu Kota, Jakarta. Belum sempat mendapatkan pekerjaan di ibu kota, Ia dipertemukan dengan Eko Harihadi yang menjadi suaminya hingga saat ini.
Empat bulan berkenalan di Jakarta, di tahun yang sama, Ade menikah dengan suaminya yang berasal dari Sidosermo, Surabaya tersebut.
Ini lah awal mulanya, Ade mengenal ramuan herbal khas Indonesia atau jamu dengan bahan alami.
"Awalnya buat konsumsi pribadi, buat jaga kesehatan," tuturnya Ade.
"Waktu itu saya belajar dari Mertua saya," sambungnya.
Singkat ceritanya, Ade mengisahkan, Dengan moto "Hidup Sehat Dengan Ramuan Herbal Alami," Ia sering berbagi tips tentang hidup sehat, baik itu teman sampai kerabat.
Berkat bekal ilmu dari mertuanya, kini Ia sudah bisa memproduksi jamu herbalnya sendiri.
Dengan brandnya, Jamu Mbok E, Ade kini memproduksi jamu seperti: beras kencur, sari rapet wangi, kunyit asam, dan satu lagi produk terbarunya, Cocok untuk antibody menangkal Virus Covid-19 atau Virus Corona, yaitu Recovid.
Demi menjaga kualitas dan hasil terbaik buat konsumen, Ia juga mengatakan, semua bahan -bahan minuman herbalnya terbuat dari bahan rimpang-rimpang pilihannya sendiri serta dikemas secara botolan.
Ramuan Herbal Ade ini sangat cocok untuk masuk angin akibat kebanyakan begadang, capek pegel.
Selain itu juga, bagi para Mamud (mama muda) bisa menghilangkan nyeri haid, melancarkan haid, melancarkan pencernaan, anti kanker, antibiotik alami.
"Bahannya dari rimpang-rimpang seperti kunyit, serei, temulawak itu saya seleksi sendiri, saya mengumpamakan diri sendiri, tidak mau minum jamu bahan sembarangan," ujar Ade.
"Makanya saya juga harus kasih yang terbaik buat konsumen," sambungnya.
Dalam keprihatinannya, lahan hutan yang semakin jarang, Ia khawatir Ramuan Khas Indonesia ini akan punah, sehingga ia mengajak semua orang mulai membiasakan mengoptimalkan dan memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah.
"Kita bisa memanfaatkan lahan kosong rumah kita buat nanam rimpang-rimpang, bisa juga menggunakan metode hidroponik," ujar Ade.
Tidak sampai di sini saja, Ibu dari tiga orang anak dan bisa memperbaiki mesin cuci ini, Sejak November Tahun 2019 lalu, bersama teman-temannya mendirikan Komunitas JSR (jurus sehat rame-rame).
Dalam komunitas ini, berbekal ilmu meracik jamu serta ilmu kedokteran yang sempat dienyamnya.
Hanya bersyarat keseriusan, Dia membagikan pengalaman dan pola hidup sehat secara gratis, baik yang sudah maupun tidak tergabung di JSR.
Ade tidak membatasi usia dan dari Kalangan mana saja, Siapa pun bisa ikut bergabung di JSR.
"Bapak-bapak juga boleh ikut, Muda-mudi Milenial juga boleh dong," ucap Ade.
"Bisa liat di FB juga Ya, Ade Sofyan Itjitali, 0812 9491 7878 kalo mau pesan minuman herbal nya,"pungkas Ade.
(Bangkapos/Suhardi Wiranata)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/jamu-mbok-e.jpg)