Virus Corona di Bangka Belitung

Belum Ada Instruksi Menutup, Rudi Janji Perketat Akses Masuk-Keluar Pelabuhan Tanjungkalian

Rudi berjanji akan memperketat dan menutup akses keluar masuk penumpang setelah aktivitas bongkar muat kapal selesai.

ist/Polres Babar
Kapolres Bangka Barat AKBP M Adenan saat meninjau situasi malam di pelabuhan Tanjungkalian Muntok 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - GM PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bangka Rudy B Hanafiah, menyatakan, sampai saat ini belum ada intruksi penutupan pelabuhan Tanjungkalian Muntok, Kabupaten Bangka Barat kendati telah ada satu orang di Bangka Belitung dinyatakan positif corona.

Namun, Rudi berjanji akan memperketat dan menutup akses keluar masuk penumpang setelah aktivitas bongkar muat kapal selesai.

Menurutnya, aktivitas terakhir kapal rute Tanjungkalian - Tanjung api api Muntok berakhir pukul 16.00 WIB.

Namun aktifitas bongkar muat kapal di pelabuhan Tanjungkalian Muntok, baru berakhir pukul 18.00 WIB nanti, lantaran masih menunggu kapal roro yang berangkat dari pelabuhan Tanjung Api Api - Pelabuhan Tanjungkalian yang berangkat pukul 14.00 WIB dan terakhir pukul 16.00 WIB.

" Kalau menutup operasi belum ada arahan, tinggal nunggu kapal yang berangkat dari tanjung api api yang berangkat jam dua tadi tiba di pelabuhan Tanjungkalian jam enam ini. Tinggal nunggu kedatangan kapal aja, terakhir jam delapan setelah mau saya perketat pelabuhan," kata Rudi, Senin (30/3/2020)

Penumpang Dilarang Menyebrang Jika Tanpa Alasan Jelas

Selain itu, Rudi juga memastikan pengoperasian pelabuhan didominasi kendaraan pengangkut logistik.

Mulai dari bahan kebutuhan pokok, sayuran, serta obat obatan dan lain sebagainya.

Sementara, untuk penumpang pejalan sudah dilarang.

Terkecuali penumpang yang memiliki kepentingan dinas dan menjenguk keluarga sakit saja.

Menurut Rudi, Senin (30/3/2020) sejumlah penumpang yang akan menuju Pelabuhan Tanjung Api Api Palembang, dilarang berangkat.

Langkah tegas ini diambil pihak ASDP mengantisipasi meluasnya penyebaran virus corona.

" Tadi juga banyak penumpang yang kami larang dan suruh kembali lagi ke rumah, karena bukan kepergian mereka bukan dalam rangka kepentingan dinas ataupun hal hal yang sifatnya mendesak. Jadi mau tidak mau kami larang. Untuk pengoperasian masih di dominasi kendaraan logistik. Lebih dari itu kami selektif lagi," kata Rudi (bangkapos.com / Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Dedy Qurniawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved