Virus Corona

Oknum Polwan di Maluku Diduga Sebar Hoaks Soal Corona, Korban Dikucilkan oleh Warga

Seorang Oknum Polwan Polda Maluku diduga telah menyebarkan berita hoaks melalui akun Fecebook-nya.

TribunNewsmaker.com Kolase/ Istimewa/ Net
Christina, pasien corona yang telah dinyatakan sembuh 

BANGKAPOS.COM - Penyebaran informasi saat wabah virus corona haruslah hati-hati. Pasalnya jika informasi diberikan salah, maka, orang yang menjadi korban disinformasi akan terkucilkan dari masyarakat.

Di Maluku, saat ini seorang Oknum Polwan Polda Maluku diduga telah menyebarkan berita hoaks melalui akun Fecebook-nya.

Berita hoax tersebut terkait soal virus corona (Covid-19), sehingga disebut merugikan orang lain.

Oknum anggota Polwan tersebut dilaporkan ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Maluku.

Oknum tersebut dilaporkan seseorang yang merasa dirugikan berinisial VP didampingi salah satu aktivis HAM di Maluku, Patrick Papilaya

Oknum Polwan tersebut dilaporkan dua hari lalu (27/03/2020).

Menurut Patrick perbuatan oknum polwan berinisial LL ini menyebabkan korban dikucilkan oleh masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya.

Buntut dari postingan itu, rumah korban juga didatangi oleh Lurah dan dokter serta sejumlah anggota Polisi.

“Akibat dari perbuatan pelaku ini korban terkena dampak sosial."

"Mulai dari adanya dokter dan lurah yang datang untuk memeriksa kesehatannya dan polisi yang datang untuk mendatanya,” kata Patrick dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunambon.com, Minggu (29/03/2020).

Halaman
12
Penulis: tidakada004
Editor: teddymalaka
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved