Breaking News:

Pak Presiden, Indonesia Jangan Di-Lockdown!

Maka dari itu, mohon Pak Presiden mempertimbangkan kembali tawaran dari WHO tersebut. Mohon Indonesia jangan di-lockdown!

Istimewa/dokumen pribadi
Zamal Nasution 

Zamal Nasution

Kandidat Doktor Studi Demografi Mahidol University di Thailand

 Lockdown Versus Kearifan Lokal

Karena serangan virus COVID-19, seluruh dunia dibuat bingung. Pemerintah di ambang keraguan antara ikut perintah organisasi kesehatan dunia (WHO) atau gunakan kearifan lokal.

Pilihan dari WHO jelas lockdown, yang sudah diawali oleh Propinsi Hubei di China hingga yang baru saja Thailand dan India.

Mengikuti model India, maka lockdown didefinisikan sebagai protokol darurat yang melarang masyarakat keluar dari rumahnya.

Pengecualian hanya diberikan untuk tujuan insidental dan pasti seperti berbelanja makanan pokok, obat-obatan, dan akses perbankan.

Akibatnya, pemerintah hanya memperbolehkan penduduk ke luar rumah di areal yang terdekat, termasuk jika harus ke rumah sakit maka hanya yang berada terdekat dari tempat tinggalnya.

Terminal bis dan stasiun kereta ditutup, jalanan dijaga oleh polisi dan militer. Pergerakan orang diputus.

Pegawai perusahaan dan kantor pemerintah diperkenankan bekerja hanya untuk aktivitas yang tidak bisa dihentikan; misalnya perusahaan listrik dan fasilitas medis.

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved